Puisi: Aku dan Bambu Runcing




Aku dan Bambu Runcing
(oleh Firman Agung Setyo Aji)

Saat suara teriakan kebebasan berkumandang
Bercampur padu dengan dinginnya kabut subuh
Menggigil hingga menembus tulang
Kaki berjalan mengendap tegar tanpa alas
Mata mengawas bergerak ke kiri dan ke kanan


Peluh bercucuran membasahi wajahku
Bau mesiu beterbangan di udara
Kendaraan perang berlalu lalang
Darah segar mengalir di tanah pertiwi
Bermodalkan sebilah bambu runcing sakti

Saat ujungnya menembus batas cakrawala
Semangat api kebebasan berkobar
Mendidih hingga ke otak
Menembus hingga ke telapak kaki
Mengusir penjajah tak kenal takut

Ujung bambu itu runcing
Siap menancap ke tubuh musuh
Bambu itu berisi doa dan pengharapan
Untuk masa depan bangsa ini
Demi membawa pulang kemenangan


Komentar

share!