Puisi: Hujan Merindu




 Hujan Merindu
(oleh ullyiz)

Bisakah kau melupakan?
Walau ku masih erat menggenggam
Mampukah kau terus sembunyikan?
Padahal ku masih memaki dalam tenang



Aku rindu
Di sore dengan hujan menderu
Aku rindu
Persis seperti waktu indah kita dulu


Aku tersentak melihatnya diantara keramaian
Sesuatu yang sejujurnya terus kubayangkan
Di seberang jalan lewat jendela besar
Mimpi buruk yang diam-diam ku dambakan


Aku rindu
Kau satu-satunya yang hilang
Aku rindu
Seluruh hidupku lalu tenggelam


Tersenyum hangat melebihi mentari yang tertutup mendung
Tawa renyah yang lebih merdu dari rintik hujan sendu
Sebuah mimpi buruk atau semata harapan semu
Aku rindu.


Komentar

share!