Tips Menulis: 6 Alasan Kenapa Sulit Tembus Penerbit




6 Alasan kenapa kamu kok susah banget tembus penerbit

Tentu lega rasanya bila kita telah berhasil menyelesaikan naskah novel. Ide cerita yang tadinya hanya ada di benak khayal, kini sudah tertuang dengan sempurna menjadi sebuah naskah. Namun harapa diingat, naskahmu masih naksah mentah loh! Belum layak konsumsi orang banyak tuh ….

Ada yang memilih menerbitkan secara indie, menggunakan penjualan online dan strategi marketing sederhana yang penting bisa dikerjakan sendiri dan bisa disesuaikan dengan kesibukan yang kita miliki di luar hobi menulis ini. Namun meski begitu adapula yang memilih untuk menerbitkan naskahnya lewat jasa penerbit. Selain gratis, juga naskah kita akan dikelola oleh tim yang profesional di bidangnya sehingga kualitas buku kita dan strategi penjualannya lebih terjamin.


Meski begitu, para penulis masih saja menemui kendala tentang betapa sulitnya menembus penerbit. Sebenarnya, kenapa ya kok sulit menembus penerbit?

1.       Mungkin mental kamu emang belum siap.

Ya mungkin mental kamu emang belum siap aja buat jadi penulis buku. Kamu masih ga pede sama naskah kamu sendiri, masih belum siap kalo nanti akun sosial mediamu bakal dibanjiri para haters yang memaki-maki naskahmu sekaligus yang pura-pura muji karya kamu. Intinya, mentalnya harus siap dulu deh biar mantep!

2.       Mungkin naskah kamu baru sekedar jadi, tapi belum dirapihin.

Mungkin aja paragrafnya masih berantakan. Mungkin aja ada paragraf yang jumlahnya lebih dari 20 baris yang bikin orang ngantuk banget bacanya. Atau mungkin huruf kapital yang berantakan bikin editor ngira kamu keturunan anak alay yang baru nyoba tobat kemarin sore.

3.       Mungkin kamu ga taat sama aturan yang udah ditetapin penerbit

Ingat, tiap penerbit pasti punya aturan dong. Biasanya aturannya ini dilampirkan di website resmi mereka, atau kamu bisa juga minta list aturan penerimaan naskah dari sosial media mereka. Misalkan mereka minta kamu kirim via email dalam bentuk pdf, ya jangan kamu kirim dalam bentuk mp3. Ga lucu sumpah.

4.       Mungkin kamu salah pilih penerbit

Jangan jangan kamu kirim naskah komedi kamu ke Bentang pustaka? Jangan-jangan kamu kirim naskah kumpulan cerpen kamu ke erlangga? Atau jangan jangan kamu kirim naskah skripsi kamu ke Kafe Kopi? Yakali bakal diterima.

5.       Emang tulisan kamu ga bagus

Mungkin aja tulisan kamu emang ga menarik. Coba deh baca ulang, barangkali kamu mulai sadar kalo sebenernya tulisan kamu hambar dan kurang bumbu konflik. Atau malah kebanyakan konflik yang bikin cerita jadi ruwet dan gaenak dibaca.

6.       Tulisan kamu ga uptodate

Jadi penulis ga perlu gaul-gaul banget sih sebenernya. Tapi kalo kamu ga tau perkembangan zaman, bisa jadi kamu menulis sesuatu yang ga dimengerti sama pembaca. Nah, terkadang editor memahami ini, jadi naskahmu ditolak deh.


Sekian beberapa faktor yang menyebabkan naskahmu ditolak penerbit. Semoga bisa jadi refleksi diri kamu ya!


Komentar

share!