Fiksi Mini: Sang Pemilik


Sang Pemilik.

Aku memiliki tubuh yang kecil, warna merah terang, sekali mereka melihatku pasti mereka akan bilang kalau aku ini cantik. Apalagi kalau mereka melihat siripku yang indah, pasti saja mereka terpukau. Sayangnya, aku makan tidak teratur, dia memberiku saat dia memiliki waktu saja, itu pun kalau dia tidak lupa.


Aku sering diajak ngobrol oleh dia. Dia adalah pemilikku. Aku diberi rumah sebuah kotak yang cukup kecil, mereka menyebutnya akuarium. Dan akuarium ini kosong hanya ada air, tidak ada tumbuhan hijau apalagi batu-batu kecil warna-warni.

Pemilikku ini gadis. Mukanya lucu, alisnya cukup tebal, matanya belok, hidungnya sedikit pesek, dan bibirnya sedikit tebal tapi tidak menghilangkan kecantikannya. Rambutnya sepundak, tubuhnya kecil. Walaupun ia cantik, tapi ia sering terlihat sedih. Setiap dia bercerita kepadaku sering dia meneteskan air mata, lalu tidur meringkuk di ranjangnya.

Seringnya, dia bangun siang. Dan setiap bangun wajahnya terlihat tidak bersemangat, sehabis itu dia mandi sebentar, lalu memanaskan air. Sarapannya di jam makan siang, ia menuangkan air panas di gelas berwarna yang ukurannya cukup besar, ia menunggu beberapa saat sambil termenung setelah itu dia memakan apa yang ada di gelas itu. Bentuknya tipis panjang dengan kuah banyak.

Aku tak tahu banyak bagaimana seorang manusia beraktifitas, tapi pemilikku sepertinya berbeda dengan manusia lainnya yang rata-rata suka berbahagia, seperti pemilikku sebelumnya. Saat waktu sudah gelap, dia baru pulang lalu duduk di kursi dan memberiku makan. Aku makan lahap sambil mengamati dia yang berbicara. Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan, tapi kali ini air matanya menetes lagi. Itu artinya pemilikku sedang sedih.

Waktu gelap, dia juga memakan makanan yang sama waktu siang. Wajahnya masih tetap sedih. Lalu ke tempat tidurnya meringkuk, tanpa selimut. Telinganya disumpal sesuatu yang panjang dan berujung panda benda kotak yang bisa menyala.


Pemilikku sedang bersedih. Andai saja, aku mengerti bahasa manusia. Agar aku bisa mengerti apa yang dirasakan pemilikku. 


Komentar

share!