Senja Penutup Kehidupan

 Senja Penutup Kehidupan
Oleh: Ade Aprilia Andini


Setiap manusia berhak mendapatkan haknya, baik hak dalam kebahagian, kesedihan ataupun kedamaian yang akan ia jalani. Jika setiap manusia tak mengenal sebuah masalah, akan kah ia tetap menjadi dewasa dalam pemikirannya? dan sebaliknya jika ia selalu di penuhi masalah, apakah ia akan menjadi manusia yang hebat dengan kedewasaannya?

Mari sekedar berpikir denganku, bagaimana seorang bocah bisa menyelesaikan soal matematika yang sangat sulit? Padahal bocah itu sangat membenci rangkaian cerita yang mengandung angka untuk memecahkan sebuah masalah. Iya, tentu, bocah itu berusaha belajar untuk menyukai apa yang ia benci, belajar menyukai sebuah masalah hanya demi mendapatkan sebuah solusi.
Dan aku, bahkan selalu menjadi bocah dengan seribu soal matematika yang belum dapat di pecahkan, hanya beralasan "aku membenci matematika".

Padahal, jika aku sendiri menyadari betapa berharganya ‘harga’ sebuah masalah yang datang di kehidupan kita, begitu juga cara menyelesaikan sebuah masalah.
Yakinlah, Tuhan akan selalu menepati janjinya ketika senja datang dan berakhir dengan malam. Saat itu pula aku, kau dan kalian berserah diri akan kebesaran Tuhan hanya untuk mengambil sebuah kertas ulangan atas langkah yang kita putuskan untuk menyelesaikan sebuah masalah.


Komentar

share!