Senja di Bulan November

Senja di Bulan November
Oleh: Hasna Hasanudin



Senja kali ini bersanding dengan hari bahagiaku. Duduk di pelaminan dan menatap kebahagiaan. Keluarga kita bercengkrama di tengah hari bahagia ini, mengingat kita adalah sahabat sejak kecil. Teman SMP, SMA dan teman kuliah kita pun turut mengisi hari bahagia ini. Pada hari yang bahagia ini, aku ingin menyampaikan terima kasih telah menjadi cinta pertamaku. Kamu yang sejak dulu amat kukagumi. Selalu menjadi pengisi hari-hariku yang berteman sepi. Bahkan menjadi hal yang tak terlupakan.

Masih kuingat, kalimat lucu perkenalan kita pertama kali dua puluh lima tahun yang lalu.

"Namaku Vem," ujarmu sambil menunjuk dirimu sendiri.

"Namamu adalah November," lanjutmu menunjukku, kemudian tersenyum lucu.

Semua memori tentang kebersamaan, persahabatan dan tentang cinta pertamaku, kini menjadi genangan kenangan yang dapat kusimpan pada sebuah wadah bernama memori. Semua kisah itu telah usai hari ini. Sangat disayangkan, usainya cerita ini menjadi kisah baru bahwa kamu harus datang sebagai tamu pada acara pernikahanku. Kisah baru ini dimulai dengan puluhan pertanyaan yang bertubi-tubi seperti, “kirain kamu nikah sama Vem?” atau “kok gak nikah sama Vem?” dan yang paling membuatku pangling adalah pertanyaan ibuku, "kamu yakin gak mau nikah untuk yang kedua kali, sama Vem mungkin?"


Komentar

share!