Puisi Oleh Nurul Diah


Oleh: Nurul Diah

/1/
Aku, gadis delapan belas tahunan yang hanya bisa mendengar
Yang bahkan aku tidak bisa memegang
Semua ucapanmu di setiap sorenya
Terlebih mudah aku untuk ragu
Terlalu sulit aku untuk percaya
/2/
Di setiap sore, Mama
Anakmu ini hanya bisa mendengar
Lalu cukup mengiyakan
Setelah kupikir-pikir orang-orang benarlah adanya
Bahwa Mama salah

/3/
Setiap sore, Mama
Aku hanya bisa melihat punggungmu yang semakin jauh
Lalu melihatmu pulas di waktu subuh
Pergi ke mana kau, Mama?
Pergi ke mana!

/4/
Setiap sore, Mama
Aku menyesali janji-janjimu
Yang seharusnya aku dengar dan antusias menunggu
Membelai rambutmu di waktu pulasmu
Mendengar cerita ke mana engkau melanglang buana di waktu tidurku

/5/
Setiap sore, Mama
Aku mengulang semua janji-janjimu
Karena anak tak tahu dirimu ini
Kini suka menangis di waktu subuh
Sambil memeluk tumpukan buku rekeningmu

/6/
Bekal untuk hidup sebatang kara
Setiap sore, Mama
Anak tak tahu dirimu ini
Suka berharap bahwa
Mamanya akan mengucap janji di setiap sorenya lagi



Komentar

share!