Sebuah Pesan

Karya: xrahxx
           
         Aku bersusah payah mengirimkan pesan padamu. Jantungku memompa dengan cepat, darahku berdesir dengan hangat hanya untuk mengirimkan sebuah pesan untukmu. Namun, kamu dengan mudahnya meninggalkan pesanku, dengan mudahnya mengabaikan pesan itu.

Aku muak dengan sikapmu! Aku ingin marah, ingin mengungkapkan semua yang kurasakan. Tetapi aku berpikir, aku tidak ada hak untuk marah kepadamu. Siapa aku untukmu? Terbesit di pikiranku untuk berlaku sebagaimana kamu memperlakukanku. Dengan mantapnya, aku menaruh niat untuk tidak akan pernah mempedulikan pesanmu.
Tapi kenapa? Kenapa setiap pesan darimu sangat sulit untuk kuabaikan? Sekali lagi, aku berusaha keras untuk menahan naluriku.
Aku tidak bisa.
Aku tidak tahan.
Aku bahagia.
Aku tidak bisa menyembunyikannya.
Aku tidak bisa berpura-pura tidak peduli pada pesan itu.
Dan pada akhirnya, aku mengaku kalah. Aku tidak bisa terus berpura-pura. Dengan cepatnya, aku menerima dan membalas pesan-pesan darimu, membalasnya dengan hati yang berteriak kegirangan, dengan pikiran yang memberontak atas tindakan.
Tetapi sungguh, hal itu terjadi lagi.
Kamu mengabaikanku, lagi.
Sangat tidak adil bukan?
Apa kau tahu aku selalu menunggumu?
Apa pandanganmu terhadap diriku?
Benar, aku ingin tahu tentang itu.
Tidak sepenting itukah aku untukmu?

Ah, jujur saja..
Apa aku hanya tempat singgah ketika kamu merasa bosan?
Katakan sajalah..
Jangan buat aku seperti orang bodoh yang sadar akan kebodohannya sendiri.

Aku tahu kamu tidak meninggalkan harapan padaku.
Tapi setidaknya, mengertilah..
Semua sikapmu itu membuatku merajut banyak harapan yang fana.


Komentar

share!