Gema Cahaya -- CC 40 TM



Oleh: Hasna

Riuh tepuk tangan saling bersahutan di alun-alun kota. Ramai, kata yang pantas untuk menggambarkan suasana kota. Kerlap-kerlip lampu jalanan beradu dengan berbagai kendaraan paling mutakhir di dunia, mereka saling bersaing menjadi yang paling hebat dan paling diminati.


Ratusan ilmuwan dan penemu dari seluruh penjuru dunia sedang berpesta, mereka baru saja menemukan alat paling canggih dan mutakhir tahun ini. Alat itu sudah dirancang selama lima puluh tahun terakhir dengan pergantian ilmuan dan penemu hingga baru diresmikan hari ini. Mereka menyebutnya "Gema cahaya cc-40 Tm". Alat itu penemuan paling terbaru. Cahayanya mengalahkan 10% terang cahaya bulan yang ditambah dengan 7% cahaya matahari, Gema cahaya cc-40 Tm lebih terang dari itu bahkan hampir menyamai cahaya matahari. Alat itu diciptakan untuk membantu aliran listrik dunia yang sistemnya masih sering terganggu. Gema cahaya cc-40 Tm amat terang, cahayanya meluas hingga 250.000.000 Km2 atau setengah dari permukaan bumi. Dalam hitungan menit pembangkit listrik di setengah bagian bumi akan dipadamkan, kemudian menit berikutnya Gema cahaya cc-40 Tm akan dinyalakan.

Entah apa lagi yang akan mereka rencanakan untuk beberapa tahun berikutnya. Yang pasti sebentar lagi, saat mereka telah selesai dengan pesta dan kegembiraan mereka, mereka akan melanjutkan rutinitas mereka dengan cahaya yang lebih terang seperti siang hari dan melupakan malam yang pernah menemani mereka.

Para ilmuwan dan penemu itu terlalu licik. Mereka tahu dampak yang akan terjadi dengan alat canggih yang baru saja mereka ciptakan itu, tetapi uang dan segala kenikmatan dunia benar-benar telah membutakan mereka.

Mereka bahkan tak memikirkanku. Tak usahlah memikirkan, melirikku pun tidak. Aku benar-benar terasingkan, terbuang dan terlupakan dari muka bumi ini. kini takkan pernah ada yang menganggapku lagi, bahkan seratus hingga dua ratus tahun kedepan saat manusia bumi telah berganti, tak ada yang akan mengenaliku, bahkan mengetahui bahwa Aku pernah ada di muka bumi ini. Aku adalah malam. Malam yang menggenggam Pilu.


Komentar

share!