Bukan Aku



Oleh: Ditania

"Penampilan yang bagus, Lian!"


"Selamat! Lagi-lagi kau sukses membuat penonton terkesima."

"Kapan-kapan ajari aku menari ya, Lian!"

"Aku tak tahu harus berkata apa lagi. Tepuk tanganku mungkin bisa menafsirkan apa yang aku rasakan."

"Rasanya aku ingin melihatmu menari lagi, sayang pertunjukannya sudah selesai."

"Aku Dede, fansmu dari Surabaya. Simpan bunga ini, Lian."

Aku sudah biasa disuguhi pujian seperti itu. Aku sudah kenyang. Selama ini aku tidak pernah betul-betul senang karena pujian-pujian itu. Semakin mereka memuji, semakin aku takut.

Aku terus memaksa bibirku untuk tersenyum. Biarkan mereka mengocehkan pujian-pujian untukku, toh mereka tidak tahu satu rahasiaku. 

Bahwa selama ini bukan aku yang menari, tetapi makhluk berambut panjang di sampingku. Tentu mereka tidak bisa melihatnya. Aku dan dia bersatu di depan tirai panggung, dan dibalik tirai seringkali aku menangis ketakutan karenanya.


Komentar

share!