9 Tips Menulis Cerita Anak




9 Tips Menulis Cerita Anak


 Setiap orang pasti pernah menjadi anak-anak. Tetapi menariknya, tidak semua orang mampu menciptakan konten yang ramah anak. Entah itu di bidang perfilman atau bahkan dalam dunia kepenulisan. Berbagai alasan terlontar dari para penulis, mulai dari sulitnya memahami keinginan anak-anak hingga kecilnya potensi pasar yang akan dihadapi nantinya.

Memang betul bahwa setiap anak memiliki keunikan tersendiri sehingga sulit sekali menemukan satu rumus besar untuk menciptakan konten ramah anak. Dalam pembahasan kali ini, kami akan membeberkan beberapa tips menulis cerita fiksi anak-anak.
1.      Pesan Moral Jangan Terlalu Ambigu
Mungkin kita terbiasa mendengar nasihat bahwa dalam menulis, lebih baik pesan moralnya tersirat, bukan tersurat. Namun, pahamilah bahwa logika anak-anak masih belum begitu baik, sehingga jangan biarkan pesan moral yang ingin kita sampaikan di cerita malah terlalu tersirat sehingga anak-anak tidak mengerti.
2.      Pesan Moral Jangan Terlalu Didikte
Meski poin pertama menjelaskan jangan terlalu tersirat, bukan berarti pesan moral jadi harus didikte. Jangan taruh pesan moral di akhir cerita dengan huruf kapital atau bold. Alangkah baiknya taruh saja pesan moralnya di tengah-tengah cerita, entah dimana. Biarkan anak membaca dari awal hingga akhir dan sedikit menebak-nebak apakah pesan moral dari cerita tersebut.
3.      Jadikan Anak Sendiri sebagai First Reader
Beruntung bagi yang sudah memiliki anak, kita bisa menjadikan anak kita sebagai first reader dari tulisan-tulisan kita. Perhatikan ekspresinya dan ketertarikannya dalam membaca, dan itu bisa menjadi modal kita dalam mengevaluasi kualitas cerita.
4.      Gambar? Wajib!
Anak-anak tentu akan bosan dengan cerita berbentuk teks yang disusun teramat panjang. Akan lebih bijak apabila kita menyelipkan banyak gambar ilustrasi di tengah-tengah cerita agar imajinasi anak jadi lebih terarah, juga untuk meningkatkan antusiasme anak dalam membaca hingga paragraf terakhir.
5.      Tentukan Konsep Tulisan
Cerita fiksi anak bukan berarti tanpa konsep. Kita juga perlu menjelaskan apa konsep tulisan kita. 
6.      Tentukan Target Usia
Targetkanlah usia pembaca sejak awal menulis karena hal tersebut akan memengaruhi gaya bahasa kita selama menulis nanti.
7.      Tentukan Tujuan
Apa tujuan kita menulis cerita fiksi tersebut? Apakah untuk menghibur? Atau untuk mengedukasi? Atau apa? Tentukan tujuan sejak awal agar selama menulis, kita tetap berada pada benang merah yang jelas.
8.      Posisikan Diri Sebagai Anak
Ketika menulis, bayangkan saja bahwa kita sedang menjadi anak-anak. Apa sih yang kita inginkan bila kita menjadi anak-anak? Tentu kita menginginkan cerita yang ringan alurnya, diksinya mudah dimengerti, kejadiannya mudah dibayangkan oleh imajinasi kita, dsb.
9.      Ambil Ide dari Peristiwa Sederhana di Sekeliling Kita
Dalam menulis cerita anak, jangan terlalu kaku dan rumit dalam membuat alur. Ambil saja ide dari kejadian-kejadian sederhana di lingkungan kita, seperti Pak RT yang keliling kompleks menyebar undangan, atau mungkin tetangga sebelah yang baru saja jatuh dari motor.
Itulah dia 9 tips menulis cerita fiksi untuk anak-anak. Semoga bermanfaat ya, pelanggan Kafe Kopi!


Komentar

share!