Tips Membuat Cerita Religi

   Membuat cerita bertema religi sebenarnya susah-susah gampang, apalagi jika kita sudah terbiasa dengan cerita-cerita tanpa unsur religi. Bahkan, belakangan ini banyak sekali penulis-penulis religi yang bukunya sudah diangkat ke layar lebar, seperti Asma Nadia. Nah, berikut adalah beberapa tips bagaimana cara membuat cerita berbentuk religi.
1.      Langkah pertama, kita membutuhkan tema. Setiap cerita pasti memiliki tema. Untuk tema cerita, cobalah memilih tema yang unik. Salah satunya mungkin berkaitan dengan kejadian di sekitar kita.

2.      Setelah kita menemukan tema yang pas, kita harus menyusun dasar cerita itu dengan unsur religi. Menulis cerita religi untuk pertama kalinya memang terkesan sulit karena kita belum terbiasa, tapi cobalah untuk telaten. Perdalam ilmu agama dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan agama dan bertanya dengan orang-orang yang paham dengan agama. Jangan hanya percaya pada satu sumber saja. Cari tahu, gali lagi, dan jangan malu bertanya. Apalagi dari informasi yang kita dapatkan ini, kita juga bisa memperoleh manfaat lain, yaitu belajar dan memperdalam ilmu agama.

3.      Setelah mendapatkan dua unsur di atas, hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat garis besar cerita yang akan dibuat. Di tahap ini kita harus berusaha memasukkan unsur religi ke dalam cerita. Yang perlu ditekankan adalah: kita harus menyeimbangkan unsur religi dan tema yang kita angkat.

4.      Kemudian, menulislah. Menulislah dengan telaten, step by step, dan jangan membuat deadline yang terlalu dekat. Hal ini karena ketika kita masih belajar untuk menulis jenis cerita yang baru, seperti cerita religi, kita butuh banyak sekali waktu dan suasana yang membuat kita rileks. Selain itu, kita juga harus bisa menyusun kata-kata. Maka dari itu, take it easy! Jika mengalami writer’s block, cobalah untuk istirahat agar mood menulis kita kembali.

5.      Terakhir, jangan pernah berhenti apalagi menyerah. Seperti yang sudah disebut di atas, seorang penulis pasti kerap mengalami writer’s block, yaitu keadaan ketika penulis tidak dapat menuangkan idenya ke dalam tulisan. Otak serasa buntu dan seperti sulit untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang. Jika mengalami hal itu, cobalah untuk beristirahat, pergilah jalan-jalan, atau makan sesuatu yang kalian sukai. Yang paling penting, jangan pernah anggap menulis sebagai beban, apalagi sampai mengganggu kegiatan-kegiatan lain. Hadapi dengan santai dan tenang, karena sebenarnya inspirasi bisa muncul dari mana saja dan kapan saja.

Sekian tips menulis cerita religi ini. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah berhenti menulis. Jadilah penulis yang extraordinary dan hadapi writer’s block dengan berani. J

Nah gimana sama tips menulis cerita religi di atas? semoga membantu ya ... untuk kalian yang mau mengirim karyanya ke kafe kopi boleh banget kok! silahkan kirim ke email kafe kopi  : kafekopiindonesia@gmail.com di tunggu ya kirimannya 😄


                                                                                                                Nindya Esti Wulandari 

Komentar

share!