Rindu; Temaram Lampu



Oleh: Kamaratih

Rindu itu berat
Rindu itu laknat
Di tiap malam aku ternyata merindu sendiri
Meracap segala sengsara karena tak kunjung dipertemukan

Memohon pada Tuhanpun telah kulakukan
Namun apa daya, sepertinya kamu memang lupa jalan pulang

Rumah itu bukan tempat, sayangku.
Tapi rumah adalah seseorang.
Tempatmu bersandar ketika menyerah akan segala gundah
Dan tempatmu menawar segala penat yang diam-diam melekat

Sayang, ini sudah kelewat malam.
Lantunan lagu "beauty and the beast" telah kuputar ratusan kali sambil menunggumu.
Tetesan hujan bahkan kehabisan cara menemaniku.

Aku telah kehabisan kecewa untuk ditelan.
Menyadur kegelisahan pun aku sudah lakukan,
Tapi apa yang dipertunggukan tak kunjung datang.

Ini hampir pagi, sayang.
Tapi kamu memang tak ada niat untuk pulang.
Lihatlah aku sekarang, mati diam menunggu seseorang menepikan.

Sekali lagi ini sudah kelewatan, sayang.
Perih sudah kelewat ambil bagian.
Aku sekarang butuh hormon endorfin, dopamin, bahkan gabungan dengan serotonin untuk bahagia.

Kali ini kamu tak usahlah pulang.
Aku anggap kamu mati saja.
Mati bersama jiwaku yang dirasuki pekat, karena penantian yang terlalu lekat.


Komentar

share!