Gigihlah

Oleh: Nadia

Bahagia rasanya bisa melihat pemandangan yang begitu asri, hamparan gunung besar dan sawah-sawah hijau yang sangat luas. Menyejukkan dan menenangkan. Jarang sekali aku bisa temui semua ini di Jakarta. Awalnya aku merasa sedih ditempatkan disini, di Maluku tepatnya di Maluku Utara.

Namun pemandangan ini membuatku menyesal karena sudah merasa bersedih di awal.
Aku terus melihat pemandangan yang sangat indah ini, di dalam bus banyak sekali suara-suara penuh kekaguman.

Memang sangat indah tanah Maluku ini.

Beberapa menit kemudian akhirnya rombongan sampai dirumah Pak Kadus, ketua rombongan meminta izin untuk menginap di daerah ini dan mulai menjalankan tugas besok. Warga setempat sangat hangat dan antusias menyambut kami
.
Yang membuatku semakin bersemangat adalah suara dari derasnya aliran sungai yang terdengar. Aku menaruh perlengkapanku dan sesegera mencari asal suara itu.

'Wow sungai ini begitu asri, melihatnya saja sudah segar apalagi kalau mandi disini' batinku.


Namun ada sedikit yang membuatku prihatin, jembatan reyot itu tetap dijadikan jalan bagi warga setempat. Miris sekali melihatnya. Terlihat banyak anak-anak SD yang begitu tenang melewati jembatan itu. Dua-dua bahkan satu-satu bergantian melewati jembatan itu, padahal jarak sekolah mereka cukup jauh. Dan ini membuat waktu mereka terbuang untuk mengantre melewati jembatan. Sedih rasanya aku sebagai mahasiswa belum bisa membantu apapun, apalagi membantu materi. 

Mungkin sedikit ilmu saya yang dapat saya bagikan disini. Semoga kesulitan ini membuat kita sama-sama tangguh, membuat anak-anak desa menjadi sosok yang gigih kelak dan pastinya bisa menjadi generasi bangsa yang diharapkan.

Komentar

share!