Perempuan Gelas



Oleh: Siti
 
Segelas teh hangat
Pengantar pagi
Desiran darahku
Menyembur sampai ke otak


Kedua tangannya selalu mengantarkan teh itu
Setiap pagi
Di hari-hari

Lagi-lagi, aku memiliki bunga di hatiku
Matanya mampu menyuburkan dari akar sampai ke putik

Senyum keramahannya
Lagi-lagi menggetarkan nadiku
Menggelegar dalam jantung

Ah, aku merasa ada semacam benih-benih rasa dalam teh yang ia buat
Sayang, dia seakan menutup pintunya dariku


Komentar

share!