Kamus Wajib Membuat Cerita Genre Teen Fiction Anti Mainstream!



Kamus Wajib Membuat Cerita Genre Teen Fiction Anti Mainstream!


1. Tema
Tema yang menggunggah selera remaja misalnya soal percintaan remaja. Tema ini tidak lekang oleh waktu. Meski tak menutup kemungkinan tema persahabatan dan keluarga juga bisa menjadi topik yang seru. Tetapi dari sekian buku-buku yang berjajar rapi di toko buku, tema percintaan remaja selalu laris manis diburu pembaca.

2. Plot Twist
Ketika kamu sudah menentukan tema, hal yang kamu pikirkan selanjutnya adalah merancang sebuah plot. Twist sendiri artinya melilit. Jadi, ceritanya saling mengikat dan berhubungan satu sama lain. Jika diibaratkan permainan catur, skak sana-sini. Bukan berarti nggak ada penyelesaian, tapi semakin rumit penyelesaian, semakin membuat penasaran, semakin gemas pembaca, maka semakin seru untuk dibaca.

Misalnya, ada seorang cewek dan cowok yang nggak sengaja ketemu terus jatuh cinta dan endingnya mereka jadian. Kalau seperti itu sudah basi. Coba ceritakan bagaimana keduanya sama-sama mencari, sama-sama kebingungan, sama-sama terpuruk dulu, dan kalau memang mau dibuat happy ending, bisa dipertemukan kembali. Jadi, pada intinya buat pembaca gemas, buat pembaca penasaran, “Nih orang nanti ujung-ujungnya jadian nggak sih?”

Bisa juga nih, kamu buat cerita itu maniiiiis banget. Manisnya ngelebihin gula Jawa. Tapi pada akhirnya siapa yang tahu kalau ternyata keduanya memutuskan berpisah.
Pokoknya, penentuan plot ini penting banget. Bagaimanapun caranya, kamu harus mengemas cerita yang ‘unpredictable’ .

3. Karakter
Selain plot, ini nih yang pasti dipikirin banget sama penulis. Karena apa? Karena menentukan karakter itu susah-susah-gampang. Bagaimana caranya supaya karakter itu menjadi kuat dan diingat oleh pembaca, kemudian bagaimana caranya supaya karakter yang kita ciptakan mampu memberikan energi terhadap plot yang sudah dirancang. Karena karakter yang kuat akan memberikan ciri khas tersendiri pada setiap cerita.

Oh ya, tips untuk kamu yang akan membuat karakter, mohon kurangi karakter tentang bad boy atau bad girl. Boleh kok pakai karakter itu, cuma berdasarkan penelitian kecil-kecilan, karakter itu sudah menggunung sehingga terkesan, “Ah, paling ceritanya nggak jauh-jauh dari broken home, dll”. Coba pakai karakter yang cupu, culun, pintar, kece, atau bisa juga pakai karakter yang kurang update. Hehehe.

Intinya, dalam pemilihan karakter ini, kamu harus pintar-pintar mengemas supaya karakter dan plot yang kamu buat itu jadi KLOP. Cocok dan nggak terlalu terkesan dibuat-buat. Karena pada dasarnya meskipun fiksi, kita juga harus menyeimbangkan cerita dengan kehidupan asli. Jadi kalau fiksi, jangan terlalu fiksi banget ya.

Misalnya, ada satu karakter yang dari watak sampai fisik itu sempurna. Di dunia ini nggak mungkin kan ada yang seperti itu? Jadi saranku, buat karakter semanusiawi mungkin. Meskipun banyak kelebihan, jangan lupa sertakan di mana kekurangan si karakter. Agar pembaca juga tidak berekspektasi terlalu tinggi.

4. Perbanyak Dialog
Menurut survei dari beberapa komentar, pembaca lebih suka banyak dialog daripada narasi. Hal itu karena dialog dianggap lebih mudah untuk dibayangkan. Kalau narasi lebih baik banyak digunakan saat situasi yang membingungkan, sendu, atau ketika si tokoh sedang berpikir sendiri. Tetapi disarankan untuk lebih memperbanyak dialog yaa :)

5. Selalu Update!
Dunia remaja itu nggak akan ada habisnya. Jadi, kita harus selalu tahu kira-kira apa nih yang lagi nge-trend. Nggak mau kan cerita yang kita bikin terkesan biasa saja?

6. Setting
Gunakan setting yang mengedepankan dunia remaja. Jangan sampai genre teen fiction menjadi rancu karena setting yang digunakan nggak sesuai dengan keadaan remaja aslinya.



“Buat remaja Indonesia tergugah untuk berpikir postif melalui karyamu.”

“Menulis adalah memahat peradaban” – Helvy Tiana Rosa

 ***

Iyap, itu dia kamus wajib bikin teen-fict ANTI MAINSTREAM hasil karyanya Shinta Arnelia! Terima kasih untuk Shinta ya, semoga kamus dari kamu bisa ngebantu temen-temen sekalian yang lagi sibuk berkutat nyelesaiin teen-fict mereka yaa (contohnya aku, huhu).  

Nah, buat temen-temen yang ingin sharing soal tips menulis dan sebagainya, bisa tuh, langsung email ke kafekopiindonesia@gmail.com dengan subjek NAMA_RUBRIK. Buat tanya-tanya dan info lebih lanjut, atau mungkin udah ngirim dan mau tanya 'udah keterima belum sama KafKop-nyaaa?' bisa banget ke LINE: aischasharini ^w^

Oh iya, dan tema untuk bulan Juni adalah tips menulis cerita religi yang menyentuh! Kirim karya kalian ke emailnya dan bakal ada dua tulisan terpilih yang kita posting disini! Psst, ada sertifikat juga lho, asik banget kan? Jadi yuk, langsung kirim aja :) Sekalian ngabuburit kan, hihi.

 Selamat berpuasa untuk temen-temen yang melaksanakan ya! Semoga berkah dan puasanya full! AMIN.

Sampai ketemu dua minggu lagi yaa!

Komentar

share!