Dibalik Kaca



Oleh: Maryatun

Bagiku adalah sangat sulit berada diantara suara-suara menyesakkan dada. Tangan-tangan jahat yang berusaha meraih. Terbuang, tersisih, terasingkan tanpa bisa berlari. Dimana kubisa bersembunyi? Anginpun membisikkan kata hujatan, mengatakan betapa aku sangat tidak diinginkan. Rasanya sakit, ada tapi diabaikan. Hidup tapi mati.  Aku ini nyata atau maya? Dalam keadaan ini ku pikir adalah bagaikan bersembunyi dibalik kaca bening yang tetap akan terlihat walau di sudut manapun menyembunyikan diri. Kaca bening ini tidak bisa melindungiku. Aku membenci tempat ini!


Komentar

share!