Tips Menulis



Halo semuanya! Dalam rangka memajukan dan mengembangkan diri (apaan sih), terhitung dari postingan kali ini, Kafe Kopi bakal mulai ngasih kalian, pembaca terkasih, tips-tips sekitaran dunia kepenulisan. (YAY!) Sedangkan jadwal postingannya adalah setiap akhir minggu genap (misalnya, minggu ke dua, minggu ke empat, minggu ke enam, pokoknya genap!). 
Ditungguin terus yaa! 

Yuk, mulai!

TIPS MENULIS
[oleh Fauziah Octaviany]

Assalamu’alaikum semua!

Perkenalkan, namaku Fauziah. Kali ini, aku diajak untuk membagikan sedikit tips menulis dengan kalian. Penulis pemula maupun yang sudah biasa pasti pernah mendapat kesulitan dalam menulis. Maka dari itu, di sini aku akan memberikan beberapa tips menulis untuk mengatasi kesulitan-kesulitan itu.

1. Catatlah Poin-Poin Penting

Pertama, saat akan memulai menulis, catatlah poin-poin penting seperti alur, sinopsis, tokoh, konflik, dan ending yang sudah kamu pikirkan. Gunanya yaitu untuk mengantisipasi jika suatu saat kamu lupa, kamu bisa mengingat kembali dengan poin-poin ini. Bagi penulis yang sudah terbiasa mungkin sudah mencoba tip ini. Tip ini juga bisa digunakan saat menulis per-part. Sebelum menulis part selanjutnya dari ceritamu, kamu bisa mencatat poin-poin yang akan kamu tulis nanti, supaya ide kamu juga tidak mudah hilang. Dengan cara ini, kamu hanya perlu mengembangkan poin-poin itu untuk menulis cerita. 

2. Pilihlah Nama Tokoh yang Mudah Diingat

Seringkali penulis membuat nama tokoh fiksi yang sulit untuk diucapkan, apalagi bila tokohnya berasal dari luar negeri. Hal ini sangat fatal karena dapat membuat pembaca menjadi malas. Maka dari itu, buatlah nama tokoh yang mudah diingat oleh pembaca. Buatlah nama tokoh yang tidak terlalu panjang dan mudah diucapkan misalnya seperti Rian, Diana, Gellar, Gita dan lainnya. Dengan ini, pembaca akan mudah mengingat nama tokoh dan mencintainya.

3. Deskripsikan dengan Kata-Kata yang Mudah Dimengerti

Terkadang ada penulis yang mengunakan kata-kata yang sulit dimengerti dan berbelit-belit. Nah, bila ingin menulis suatu peristiwa, deskripsikanlah dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Untuk latihan awal, buatlah suatu deskripsi tentang diri sediri atau lingkungan di sekitar kalian. Mungkin agak sulit, tapi jika kalian terus berlatih, cepat atau lambat kalian pasti bisa mendeskripsikan sesuatu dengan lebih mudah dan menarik.

4. Seimbangkan Narasi dan Dialog

Untuk hal yang satu ini sebenarnya tergantung pada penulisnya. Jika kamu tidak bisa membuat dialog, buatlah narasi dengan kata-kata yang mudah dimengerti (No. 3). Selipkan satu atau dua amanat dalam narasimu agar narasi tidak monoton. Jika kamu jago dalam membuat dialog, buatlah dialog yang senyata mungkin atau mendapatkan feelnya. Namun, lebih bagus lagi jika kamu menyeimbangakan antara narasi dan dialog. Dengan begitu, pembaca akan lebih merasa nyaman saat membaca.

5. Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Nah, untuk tip yang kelima ini, kamu pasti sering menemukan kata-kata yang sedikit aneh. Apalagi bagi penulis pemula. Mereka tidak peduli jika bahasanya tidak sesuai dengan Bahasa Indonesia, yang penting mereka menulis. Dalam penggunaan bahasa, kamu bisa menggunakan bahasa yang setidaknya benar dalam Bahasa Indonesia. Jangan gunakan bahasa yang melenceng. Tidak semua orang mengerti tulisanmu, jadi ayo gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.


6. Hindari Part yang Terlalu Banyak 

Ada tipe penulis yang membuat part sampai beratus-ratus. Hal ini dapat membuat pembaca menjadi mudah lupa, karena jujur saja, mereka akan merasa sangat malas jika membaca cerita sampai beratus-ratus part. Tolong ingat bahwa yang kalian tulis itu novel, bukan sinetron. Jadi, buatlah part yang sedang, tidak pendek juga tidak pajang, atau minimal 40-50 part. Tetapi hal ini tergantung padamu. Jika kamu memang ingin ceritamu panjang, tidak apa-apa, karena ada juga pembaca yang menyukai cerita yang memiliki beratus-ratus part.

7. Buatlah Motivasi Menulismu

Ada penulis yang hanya mengincar ketenaran semata. Nah, kamu jangan seperti itu. Buatlah tujuanmu menulis untuk memotivasi banyak orang, bukan untuk mencari ketenaran. Banyak tidaknya yang membaca jangan menjadi patokanmu untuk menulis, karena kamu bisa sakit hati bila tak ada yang membaca tulisanmu. :J

8. Jangan Malas Menulis

Jika kamu terlalu malas untuk menulis, maka kamu akan terkena writer’s block, jadi menulislah walau itu hanya satu paragraf. Jika kamu terkena writer’s block, akan sulit bagimu untuk membangkitkan gairah menulis lagi.

Nah, sekian tips menulis dariku. Semoga bermanfaat ya! Sesudah membaca ini, jangan lupa menulis! :D

Wassalamualaikum!


Komentar

share!