Taklukan Ketakutanmu



Oleh: Nasrul

Kamu terlalu takut untuk mengahadapi ketakutanmu. Takut terhadap apa yang pernah terjadi di masa lalu terulang lagi. Perasaanmu retak oleh keadaan, remuk oleh hinaan, dan hancur oleh perpisahan. Keadaan yang tidak memihak padamu. Mereka menghina karena sesuatu di luar kuasa. Melihat wanita dari fisiknya saja. Memaksa anaknya untuk berpisah dengan kekasihnya –kamu. Kamu tidak berdaya melawan kehendak orang tuanya. Kamu hanya bisa menyimpan pertanyaan. Pertanyaan tanpa ada jawaban.


Seperti hantu yang bergentayangan, perasaan itu muncul tiba-tiba. Rasa sakit kembali bangkit. Kecewa kembali ada. Luka semakin terasa. Bukan hal yang mudah melewati semua. Bagaimanapun ceritanya, dipisahkan oleh orang lain itu lebih sakit dibandingkan berpisah karena tak lagi sejalan. Apalagi yang memisahkan ialah orang tua, restu darinya. Aku bisa membayangkan hancurnya hati.
Bukan maksudku menghidupkan lagi kenanganmu. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. 

Taklukkan ketakutanmu. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan selain kekhawatiranmu yang keterlaluan. Tidak ada yang perlu kamu cemaskan selain kecemasanmu yang berlebihan. Buang rasa khawatir dan cemas itu. Jangan ragu untuk bertemu dengan orang tuaku. Kuberi tahu, asalkan kamu manusia, mereka pasti menyapa. Selama kamu seorang wanita, restu itu ada.

Orang tuaku memberi hak penuh untuk memilih pendamping kepada anaknya. Terlepas dari cantik atau tidak itu urusan selera –tergantung dari sudut mana melihatnya. Ibuku bilang; yang penting dia –pendampingku– perempuan baik-baik dan mau berubah menjadi lebih baik. Ayahku berpesan; pilih perempuan yang menyayangi keluarga dan mau membangun rumah tangga seutuhnya. Mereka tidak pernah menyinggung rupa. Bagiku, kamu sesuai dengan apa yang mereka mau. Kenapa masih ragu?



Komentar

share!