Memories Of Memories



Oleh: Venti

Untuk Rindu,
Gadis yang tidak pernah pergi dari hati.


Apakah kau (masih) mengingatku?
Aku, si bocah kelas F yang selalu mengganggumu.
Sudah lama kita tak berjumpa, tapi apakah kau tahu?
Sampai sekarang aku merindukanmu.

Mungkin, mungkin sekali kau membenciku.
Bahkan sekarang pun tentu kau membenciku.
Aku salah, dan aku akan selalu salah.

Salahku terlalu besar, sampai-sampai kau tak lagi mau memandang wajahku.
Aku bohong waktu itu, dan aku ingin mengakuinya saat ini.

Aku bohong saat aku bilang aku tidak mencintaimu.
Nyatanya sampai sekarang tak sedikit pun perasaanku berubah padamu.

Aku bohong saat aku bilang bahwa Kamil lebih cantik darimu.
Nyatanya, kau adalah gadis tercantik bagiku.
Jika kau tak cantik, bagaimana mungkin aku bisa jatuh hati padamu?

Dan terakhir, aku bohong saat mengatakan kau berbohong.
Kau tidak pernah berbohong. Dan akulah yang berbohong.

Untukmu Rindu yang sampai disini masih membaca suratku,
Terkadang aku tertawa bila mengenang kisah cinta kita. Bagaimana bisa aku yang selalu menjahilimu, lantas jatuh hati padamu?

Rasanya dunia akan runtuh bila kau tidak masuk sekolah.
Aku mau mati kalau tak melihat wajahmu satu hati saja.

Tapi kenyataannya,
Sampai sekarang aku masih hidup.
Meski bertahun-tahun sudah tak melihat wajahmu.

Kau tahu kenapa?
Karena aku masih mengenangmu.

Untukmu Rindu, gadisku tercinta.
Kalau memang masih ada kesempatan, bisakah kita duduk berbincang,
Sambil menikmati teh melati kesukaanmu di kedai perempatan?

Aku tidak akan mempermasalahkan hubungan kita,
Aku pun tak akan memaksamu kembali padaku.

Tapi setidaknya,
Aku bisa memandangmu lagi, dan lagi.
Mendengar suaramu lagi, dan lagi.

Dan kemudian aku akan pergi.

Salam hangat dari pria masa lalumu,

Ardian.


Komentar

share!