Dua Peran



Oleh: Ade

Lihatlah! Betapa sulitnya menggapai anganmu, betapa sulitnya menggenggam tanganmu dan betapa sulitnya meraih cinta kasihmu.

Kau tau? menunggu bukanlah hal yang mudah, bukal pula hal yang sukit. Namun jika aku boleh memilih akan kupeluk kau seerat-eratnya.

Aku bukan manusia yang penuh dengan topeng bahagia, disaat waktu menyita semua lamunanku tak ada satupun hal yang aku pikirkan, kecuali dirimu.

Dan menjalani dua peran diantara pilihan hati atau logika adalah hal yang menguras emosiku, kau tidak tau bagaimana caraku berusaha menahan kesakitanku ketika kau menangis hanya karena pria yang menurutmu "brengsek", pria yang menurutmu terlalu liar untuk kau cintai lebih dalam, dan pria yang menurutmu dialah orang yang telah merenggut kebahagiaanmu. 

Hatiku jauh lebih berkeping-keping hancurnya saat cinta itu mulai tumbuh untukmu, namun di lain peran aku harus menjadi sahabatmu juga berpura-pura untuk tidak peduli padamu di hadapan pria yang kau tangisi, karena pria itu adalah sahabatku sendiri. Sahabat yang selalu memberikan segalanya untukku dari padamu.

Dan aku memilih peranku untuk terlihat baik-baik saja dihadapan pria yang kau cintai, lalu memilih mengabaikan rasaku untukmu. Gadis yang aku cintai diam-diam.


Komentar

share!