Aku Penuh Topeng


Oleh: Erisya

Mereka kata, aku baik.
Tapi salah, akulah antagonis.
Mereka tertawa bersamaku,
Tertipu sandiwara si rubah licik.

Rahasiaku sederhana,
Pura-pura bersahabat,
Kemudian menusuk mereka dari belakang.

Pujian mereka terlalu tinggi tentangku,
Hingga mereka seakan menutup mata,
Akulah yang seharusnya mereka maki.

Lelah?
Tidak. Aku tidak pernah lelah.
Aku hanya ingin istirahat.
Menyimpan lagi topengku untuk nanti.
Sekarang aku hanya ingin jadi diri sendiri.

Kalian tahu bagaimana aku menjadi diri sendiri?
Iya, seperti rubah licik.
Berlari kesana-kemari mencari korban.
Itu kesenanganku.

Apabila aku bosan,
Kuambil topeng dan menghela napas.
Ini terlalu mudah untuk kulakukan.
Karena aku rubah,
Penuh topeng dan sandiwara.


Komentar

share!