Sebuah Buku Untukmu



Oleh: Nasrul

Belakangan ini, setelah kita menjalin hubungan, terkuak sebuah pengakuan. Kamu adalah pecinta buku. Orang yang rela menghabiskan waktu untuk melahap setiap kata yang ada. Yang mau duduk berlama-lama untuk menikmati kalimat yang memikat. Kamu suka pada salah satu penulis, hingga mengkoleksi buku karyanya. Dengan senyum yang mengembang, kamu menunjukan koleksi bukumu. Tinggal beberapa buku lagi maka koleksimu komplit, ucapmu. Kamu pun memberitahu kalau satu bukumu rusak. Setidaknya itu kode untukku.


Aku selalu senang melihat orang yang mau mengisi waktunya dengan membaca. Terkadang ada mengernyitkan dahi karena tidak mengerti akan apa yang si penulis tulis. Ada pula yang tersenyum puas melihat apa yang tertulis di kertas. Dan ada juga yang bersedih, merasa setiap kata sama dengan kehidupannya. Aku yakin kamu pasti pernah merasakannya.

Kamu tidak terlalu suka pada buku fiksi. Kamu menganggap cerita yang ada pada buku fiksi, tidak lebih dari sekedar imajinasi. Namun, aku justru suka pada buku-buku fiksi. Penulis favorite-ku sangat mahir menulis buku jenis ini. Bahkan aku jatuh cinta pada buku pertama yang kubaca. Meskipun cerita yang dituliskannya sekedar imanjinasi, tapi, cukup untuk menyayat hati. Bahasa yang digunakannya sederhana, mudah dicerna oleh orang yang awam pada sastra. Rupanya kita berbeda selera terhadap apa yang kita baca.

Karena kamu pecinta buku, terbesit dalam benakku untuk memberimu sebuah buku. Buku yang berbeda dari karya penulis favoritemu. Bukan pula sperti apa yang sering ditulis penulis kesukaanku. Buku ini sederhana tapi sangat bermakna dan bisa menyempurnakan cinta kita. Sayangnya bukan aku penulisnya, aku hanya membubuhkan tanda tangan saja. Buku itu adalah buku nikah kita.


Komentar

Baca juga yang lainnya: