GOODBYE



Oleh: Raysha

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berdiri di sini. Memperhatikan kamarku yang berantakan. Selimut yang ada di lantai, pecahan vas bunga yang berserakan, buku-buku yang berantakan di meja.

Mataku tertuju pada pintu kamar yang dibuka. Laki-laki dengan kemeja biru tua masuk. Matanya sembab, tangan kanannya menggenggam mawar merah yang sudah layu. 

Aku tidak tahu siapa dia. 

Ia berdiri di depan meja belajarku. Mengambil kacamata full frame milikku yang jatuh ke lantai, lalu meletakkannya di atas buku agendaku yang terbuka. Aku yakin dia sedang membaca halaman yang terbuka itu. 

Air matanya menggenang. Mawar merah yang layu itu diletakkan persis di samping kacamataku. Ia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Air matanya jatuh. Entah kenapa, melihat laki-laki itu dadaku jadi sesak. 

Pandangannya berhenti padaku. Matanya seakan berbicara. Sedih, menyesal, sakit, semuanya terlihat jelas dimata cokelat itu.

Aku menghampirinya. Ia terjatuh ke lantai, menangis dalam diam. 

"Kenapa kamu pergi secepat ini, Cha?" 

Aku tersenyum. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku masih berdiri diruangan ini, melihat semua orang yang berduka masuk dan menangis.

Kali ini, hatiku sakit melihatnya menangis. Aku bisa merasakan kalau ia begitu kehilangan. Laki-laki ini ... menangisiku. 

"Cha, maaf." 

Dia melihatku. Dia bisa melihatku. 

Aku memperhatikan tanganku yang mulai menghilang. Sudah waktunya.

Aku pergi.


Komentar

share!