Gadis Sejuta Impian


Oleh: Evi

Langen tersenyum membaca setiap coretan aksara yang tersusun membentuk rangkaian kalimat. Di atas kertas usang itu, Langen menuliskan seluruh impiannya. Selembar kertas yang menjadi saksi bisu semua harapan dan impiannya.

Langen melepas kaca mata berframe hitam yang membingkai matanya. Menggenggam erat selembar kertas yang kini sudah begitu usang, usang oleh berbagai coretan di atasnya.

Tanpa Langen sadari, bulir-bulir bening dari kedua kelopak matanya mulai berjatuhan. Ia begitu terharu, impian yang tadinya hanya sebuah angan kini menjadi nyata. Karena, kini satu persatu impiannya benar-benar terwujud.

Langen mengambil kotak persegi yang sudah ia simpan selama lima tahun. Dengan perlahan ia membukanya, mengambil sebuah foto dan setangkai mawar hitam. Foto seorang gadis dan seorang pria tengah tertawa lepas. 

"Mawar palsu? Dibuat dari kertas?"

Langen tertawa samar mengingat pertanyaan yang ia lontarkan waktu itu.

"Itu akan menjadi mawar abadi. Karena, mawar itu tak akan bisa layu dan mati. Seperti persahabatan kita yang akan abadi selamanya," ujar pria itu.

"Ini apa?" Langen mengambil dua lembar kertas yang ada di dalam kotak. Kotak yang diberikan pria itu tepat sebelum ia pergi untuk selamanya. 

"Tulis semua impian kamu di kertas itu!"

Pesan terakhir yang mampu merubah hidupnya. Langen menghapus sisa air matanya, ia mengamati sekali lagi. Kertas usang yang kini sudah penuh coretan seratus impiannya, sebelum memasukkan ke dalam kotak itu, Langen menuliskan sesuatu. Mission Completed. Lalu, ia melipat kertas itu dan dimasukkan ke dalam kotak.

"Terima kasih, Rei. Karena kamu semua impian aku terwujud."

Komentar

share!