Fiksimini Kafe Kopi #5

Karya: Arlita

  Pagi yang cerah kian berubah menjadi kelabu. Hari ini angin bertiup kencang, baru saja hendak kumelangkah ke arah jendela, terlihat rintikan hujan di luar. Aku terkesiap, pagi hari ini sungguh dingin. Sudah dua bulan kunantikan musim hujan datang. Kini aku berdiri tegap menghadap luar, pemandangan semu penuh kabut. Sepanjang mata memandang tiada orang berlalu-lalang, hanya kotak surat merah yang terlihat berdiri gagah di halaman rumah.

    Aku tertegun. Kotak itu, mengingatkanku pada kejadian masa lalu. Hari di mana kita sering bertukar kabar, lewat secarik kertas putih nan suci. Namun, apa kabar dirimu sekarang? Setelah kau pergi dari kota ini semua beda. Kotak itu seakan berdebu. Tak ada lagi surat kecil untukku. Andai, bisa kuputar waktu. Akan ku jaga selalu dan kirimkan seribu lagu. Lagu kasih yang pernah kita buat dulu. Dengan penuh senyum tiada ragu dan malu.


Komentar

share!