Untuk Tuan Yang Kutinggalkan

Karya: Day Wiraditha
 

Aku masih sulit membedakan, antara rasa sesal dan rasa menginginkanmu kembali.
Apa aku menginginkanmu lagi karena cinta atau sekedar menebus rasa bersalah dan malu?

Aku menyusuri hari tanpa tahu soal waktu
Yang aku tahu hanya, aku perlu menebus diri sendiri

Sehari-hari aku menulis tentang cinta
Sayang, baru kali ini aku berani menulis tentang jurang jengah antara sesal dan angan

Puisi ini akan jadi pendek,
Karena aku adalah pengecut yang saban hari lari dari diri sendiri
Dalam mimpi-mimpiku, kulihat senyum jauh itu dan memudar di balik bara
Setiap terjaga, aku merasakan gemetar dan kalut sendiri
Kulihat pintu,

Kamu tidak pernah kembali. 

Komentar

share!