Fiksimini Kafe Kopi #3

Karya: Filan

Meski rupaku begini, aku telah tertidur sejak 20 tahun yang lalu. Sore tadi seseorang tiba tiba masuk ke kamarku. Tanpa permisi. Dengan sigap ia meraba dan meniupku dengan kasar. Rautnya terlihat lelah namun memaksa. Aku berteriak dan melawan berulang kali, tapi tak seorangpun dapat mendengarku. Pada perlawananku yang terakhir ia memasukkan cairan itu padaku. Aku terkesiap, malu, dan takut. Cairan itu membakar segalanya, perlahan membuatku kehilangan daya.

Malam teranyam. Setelah semua yang ia lakukan, masih saja ia berani menyeretku keluar. Genggamannya begitu erat, seakan ia benar-benar tak ingin kehilanganku. Mungkin karena baginya aku pencahaya yang baik.

Saat gelap mulai terlihat aku mencoba berlari untuk mencari pertolongan. Namun sesaat kemudian aku menyadari bahwa kakiku tak lagi dwi. Aku terhenti, pasrah dengan semua ini. Berharap malam segera berhenti dan aku dapat tidur lagi.


Komentar

share!