Siang yang Malang







Karya : Sigit Nugroho ( Penulis Lepas )

Ketika menyebut waktu, aku merasa iba
kendati namamu selalu terlupa
oleh penyair-penyair termahsyur negeri
seperti tiada bahasa indah untuk mengkiaskanmu.


Aku amati tiap sajak dan puisi
dari tempo dulu hingga milenium ini
belum kutemukan namamu
dalam bait-bait sajak dan puisi.

Apakah para penyair termahsyur itu membencimu
sampai enggan menulis namamu dalam sajak dan puisi
ataukah mereka belum tahu sisi keindahanmu
hingga tak terpikir dalam imaji.

Jika para penyair selalu membayangkankanmu
dengan panas yang menyengat kulit ari
inilah kondisi yang tak bisa kamu khianati
karena dedaunan pun mengerti.

Tapi, cobalah para penyair memahami
dari sisi lain yang ingin kamu beri
sisi yang berbeda dari nuansa senja, malam, dan pagi
yang tak hanya mengajarkan keindahan, mimpi, dan harapan.

Komentar

share!