Aku punya pensil kayu







Karya : Sigit Nugroho ( Penulis Lepas )

Aku terlahir dari sebatang kayu di hutan
hutan bagi hidupnya pohon yang menjulang ke langit,
binatang yang melata, binatang yang terbang di kaki awan,
rerumputan yang segar, dan bunga-bunga yang mekar.

Aku tumbuh dan besar di pangkuan tanah
tanah yang menghidupi cacing-cacing tanah
sedari 6 derajat lintang utara hingga 11 derajat di lintang selatan
sepanjang 95 derajat bujur timur sampai 141 sebagai titik batasnya.

Akulah anak sebatang kayu yang hilang kebahagiannya
hidup sebatang kara tanpa ibu dan ayah
sepi adalah jiwaku
tangisan ialah nyanyianku.

Setiap waktu kumenagis terisak-isak
tatkala memindai bayangan kelam peristiwa itu
kebakaran yang merenggut jiwa-jiwa yang kusayangi
tentang tangisan kesakitan yang melolong ke awan.

Kerap ingin kumengadu pada matahari
tentang sepi dan sedihku ditinggal sendiri
namun kabut asap selalu menghalagi
dan menciptakan jarak yang tak mampu kulewati.

Kepada siapa harus kumengadu lagi
jika selalu ada jeda yang kikiskan niat hati
mampukah lebih lama kusimpan luka ini
hingga ajal menjemputku nanti.

Komentar

share!