RAMADHAN PENUH BAROKAH

Karya: Eni Alfiyah


    Bulan yang penuh barokah adalah bulan ramadhan, merupakan bulan yang menjadi perhiasan dari bulan-bulan lain yang diciptakan Allah SWT. Semua yang dikerjakan dalam bulan ini dilipatgandakan pahalanya dan begitupun isi dari bulan ini, sangatlah berbeda dengan bulan-bulan lain diantaranya ada kegiatan sahur, buka puasa, sholat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dll.
     Malam ini setelah sidang isbath diputuskan, berarti bulan sya'ban telah berakhir dan digantilah bulan ramadhan. Aku dan keluargaku pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya' dan sholat tarawih berjama'ah di masjid. Setelah pulang dari sholat tarawih aku segera menuju ke mushollah satu RT ku untuk melaksanakan tadarus Al-Qur'an.



     Di desaku terasa sangat berbeda ramadhan tahun ini, karena banyak remaja yang tidak mau melaksanakan tadarus, mereka memilih untuk nongkrong di warung kopi untuk mencari wifi, tetapi tidak dengan aku dan dua sahabatku. Dan malam pertama ramadhan ini, cuma ada lima anak yang tadarus Al-Qur'an di mushollah satu RT ku, sedangkan di masjid hanya terdengar ibu-ibu yang membacanya. sungguh miris memang, aku dan empat temanku pun segera berfikir untuk mencari soliusi untuk masalah ini.
     Kupandangi langit-langit kamarku setelah mendengar suara anak-anak desaku membangunkan sahur keliling desa sambil membawa bedug yang didorong oleh gerobak, memang dari aku kecil kegiatan itu menjadi tradisi anak-anak cowok desaku. Akupun segera cuci muka, mengambil wudhu, lalu sholat tahajud kemudian aku dan kakak membantu ibuku memasak makanan untuk sahur pertama kita. Setelah makan sahur, kita semua menunggu adzan subuh kemudian melaksanakan sholat subuh berjama'ah sekeluarga.
     Hari ini matahari cerah menyapa pagiku. Dan kebetulan awal puasa ini sekolahku SMA libur, sehungga aku hanya liburan dirumah bersama kakak dan ibuku, aku membantu mereka bersih-bersih rumah hari ini. Menjelang waktu berbuka aku dan kedua sahabatku ikut kegiatan mengaji ceramah (sebutan desaku:ngaji kuping) di masjid, menurut hadis Nabi setiap langkah dalam berangkat untuk menuntut ilmu pahalanya kan dikali sepuluh, bukan karena aku tergiur dengan pahalanya itu saja, aku ikut mengaji juga untuk memperluas ilmu agamaku dan menambah banyak teman. Sebelum aku berangkat ke masjid, aku membaca Al-Qur'an dahulu di rumah, karena setiap bulan ramadhan aku selalu mentarjet minimal dapat mengkhatamkan Al-Qur'an satu kali, aku juga membacanya setiap setelah sholat sehingga dalam satu hari aku bisa membacanya dua juz lebih.
     Buka puasa pertama ini aku bersama dengan keluargaku di rumah. Saat aku sampai rumah pulang mengaji, semua keluargaku telah berkumpul untuk melaksanakan buka puasa dengan kolak sebagai takjilnya, setelah itu kita sholat maghrib berjama'ah dan kemudian makan nasi. Rasanya perutku sangat kenyang malam ini, karena banyak sekali godaan dipuasa pertamaku tadi, sehingga membuatku ingin memakan semua yang dihidangkan saat ini. Dan untuk mengurangi kekenyanganku ini aku berjalan-jalan didepan rumah sambil melihat anak-anak tetanggaku bermain kembang api.
     Sholat tarawih memang sunnah untuk dilaksanakan, tapi semua orang di desaku begitu semangat untuk melaksanakannya sehingga malam ramadhan kedua ini masjidnya sampai tidak muat untuk digunakan jama'ah sholat isya' dan tarawih. Aku dan keluargaku pun selalu melaksanakan sholat tarawih kalau tidak berhalangan, karena aku dan kakakku selalu diajarkan oleh ayah dan ibuku jika tudak melaksanakan sholat tarawih maka amal puasanya tidak akan sesempurna saat kita melaksanakan sholat isya' dan tarawih.
     Bulan ramadhan identik dengan buka bersama. Begitupun aku, mulai puasa hari kedua ini begitu banyak ajakan buka bersama dari teman-teman dan kerabat-kerabatku, tapi menurutku semua itu malah membuatku boros karena aku makan diluar yang tidak begitu murah harganya, sehingga aku hanya menerima ajakan untuk buka bersama jika aku rasa itu penting untuk kuikuti, tapi jika ada traktiran untuk buka bersama akupun siap untuk berangkat.
     Tadarus Al-Qur'an adalah tradisi bulan ramadhan yang selalu dilakukan oleh sebagian orang. Aku dan teman-temanku di mushollah pun akhirnya memiliki solusi agar banyak lagi yang berminat untuk ikut tadarus, yaitu menyediakan wifi dan makana  gratis untuk orang yang tadarus. Wifi kita dapatkan dari tetangga mushollah yang kebetulan dia memasang wifi di rumah sekaligus konfeksinya dan kebetulan juga dia mau untuk menyumbangkannya, lalu makanannya kita dapatkan dari tetangga satu RT untuk bergiliran memberikan makanan pada kita. Tapi fasilitas wifi bisa dipergunakan jika anak tersebut telah membaca minimal setengah juz Al-Qur'an, sandi dari wifi tersebut juga akan diganti setiap harinya, dan untuk makanannya bisa dimakan kapan saja kalau dia mau.

     Begitu banyak barokah memang dibulan ramadhan yang suci ini. Sejak ditetapkan kesepakatan tersebut, sekarang banyak remaja-remaja bahkan anak-anak yang datang ke mushollah kita, meskipun hanya perempuan saja mayoritasnya. Tapi aku dan ke empat temanku berharap niat mereka tidak hanya mencari wifi dan makanan saja tetapi juga berniat tadarus Al-Qur'an untuk mendapat berkah dari Allah SWT. Dan begitupun di masjid desaku, terdengar beberap remaja yang ikut tadarusan karena disana juga mengikuti solusi kita. Semoga kedepannya para remajaa dan anak-anak laki-laki juga berminat untuk mencari berkah dibulan ramadhan.

Komentar

share!