Moment Sahur yang Tak Terlupakan

Karya: OKHI SAHRUL BARKAH

Banyak kenangan saat menjalankan Sahur Dibulan Ramadhan lalu,Salah satunya kenangan indah sahur bersama keluarga.Dulu Aku tinggal disebuah Rumah,Yang sangat Ramai dan damai banyak keceriaan yang datang pada setiap harinya dirumahku ini.Tapi sekarang aku tinggal disebuah pondok pesantren Disuatu kota Bernama Jogja Jauh dari Rumahku Yang dijuluki sebagai kota Santri karena diyakini sebagai Kota yang memiliki Santri Terbanyak DiIndonesia,Sudah 3 Tahun Aku tinggal di pondok pesantren ini,Aku Belum pernah pulang Dirumah ku,Aku hanya berhubungan dengan keluargaku menggunakan Telepon yang ada di kantor Pesantren.




Aku sangat Senang Berada Di Pesantren ini,Tapi juga ada Sedih Karena rasa Rinduku kepada Orangtuaku.Sudah 3 Tahun Aku tidak Sahur bersama keluargaku,Hanya ada teman-teman Pesantren yang menemaniku Sahur selama 3 tahun ini.
Aku Toni usiaku 18 tahun,Aku Seorang Santri yang jauh dari Rumah demi menuntut ilmu,Aku dilahirkan dari keluarga yang taat pada agama,Sudah 3 tahun dan ini adalah tahun Akhir aku berada Di Pesantren ini,Rasa sedih dan senang bercampur menjadi satu Hari ini,Karena 3 Tahun yang sudah kulalui dan ilmu yang sangat banyak yang Aku dapatkan disini Selain ilmu Aku juga Mendapat Sahabat yang Alim Dari Pesantren ini Dia bernama Risky,Risky sudah 7 Tahun berada DiPesantren ini dan Belum Pulang Kerumahnya Sendiri,Dia Sangat pintar Dia jauh lebih tua Dariku Dia berumur 20 Tahun,Aku sangat menghormatinya karena dia selalu memberi nasehat-nasehat yang sangat penting Kepadaku. 
‘’Tomi ayo kita Sholat!!!,Sudah adzan thu..’’Ajak Risky kepadaku Dengan Pakaian yang sudah rapi Untuk menjalankan Sholat.
‘’’Owh,Iya Bentar Aku mandi dulu..’’Jawabku sambil berlari menju kamar mandi.
‘’Aku kira kamu udah mandi..Tomi,Tomi...’’Teriak Risky Dari Luar pintu Kamar mandi,dengan menggeleng-gelengkan kepalannya.
‘’Iya..iya Maaf Aku cepat kok..’’Jawabku sambil Mengguyur Tubuhku Dengan air dikamar mandi.
‘’Iya Cepat Nanti dimarahi Pak kyai...’’Ujar Risky.
‘’Iya..’’Jawabku Sambil keluar Dari pintu Kamar mandi Dan bergegas memakai Baju untuk melaksanakan Sholat.
*Pesantren ini Pesantren yang cukup besar sehingga banyak tersedia kamar mandi*
Kami berdua pun Langsung menuju kearah Masjid untuk melaksanakan Sholat Ashar.
Untung Saja Kami berdua Tidak telat Kalau telat Bisa dimarahi Pak Kyai..Kami berdua masuk ke Masjid Dan duduk Berdampingan.Baru saja kami duduk Salah satu Santri iqomah          .
‘’Hahahaha,Baru saja kita duduk Malah dia sudah iqomah...’’Ujarku Dengan sedikit tersenyum kearah Risky
‘’Kamu,Sih Telat mandinya..’’Jawab Risky Dengan wajah yang meledek.
‘’Iya,Iya Maaf..’’Jawabku.
Kami pun melaksanakan Sholat Ashar,Setelah Sholat Ashar Kami melakukan kebiasaan Setiap harinnya Yaitu mengaji bersama Sampai Adzan Maghrib.Kebiasaan itu kami lakukan Setiap harinya,Tapi Di bulan Ramadhan ini Kita ada Sholat Terawih Berjamaah,Dan diPagi harinya Jam 9 lah tepatnya.Kita Para Santri Dituntut untuk menyampaikan khotbah,Dan itu dinilai oleh Pak Kyai Langsung.Kebetulan besok Hari Terakhirku Dan aku harus menyampaikan Khotbahku dihadapan Semua Santri dan Para Ustad Termasuk Pak Kyai itu sendiri.Aku sangat Gugup padahal sudah 3 kali aku melakukan ini
*Santri Berkhotbah 1 kali pada saat bulan Ramadhan Di Pesantrenku ini*
Hanya Santri yang memiliki Prestasi khusus ,Yang dapat ber-Kotbah Di Event event Khusus.Salah satunya Adalah Risky,Sahabatku yang satu ini memang sangat hebat.
Jadi aku ingin belajar Ber-khotbah bersama Risky.Mungkin Dengan berat hati Risky menerima permintaanku.Karena sampai sekarang dia tidak pernah mengajariku.*Isi Hati seseorang Hanya Allah Yang tau*
Adzan Maghrib pun Sudah terdengar ditelinga,Suara Santri yang mengumandangkan Adzan disini Sungguh menyentuh hati,Kami pun bergegas Berbuka Puasa Dan Kami mengambil minuman Dan Gorengan yang sudah tersedia.Kami segera menghabiskannya,Dan bergegas untuk mengambil wudhu Dan kembali ke Masjid Untuk melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah.Sangat senang Hati ini,Melakukan kegiatan yang positif setiap hari Dibulan Ramadhan.Karena diBulan Ramadhan Semua ibadah yang kita kerjakan akan dilipat gandakan oleh ALLAH.Jadi kami berlomba lomba beribadah kepada ALLAH.Setelah Sholat Maghrib Kita Berdzikir,Sampai Sholat Isya’ Dan melaksanakan Sholat Tarawih Dilanjutkan Sholat Witir.Setelah Sholat Witir Kami Para Santri Tadarus Bersama.Dan setelah Tadarus bersama kita Kembali kekamar masing masing,Untuk beristirahat.Tapi Aku masuk Kekamar bukan untuk beristirahat tapi menyiapkan materi materi untuk ber Khotbah besok.Tulisan demi Tulisan kutulis,Dalil demi dalil aku Tulis,Sampai akhirnya aku kehabisan ide,Datanglah aku ke Risky,Dan ternyata Dia sudah tidur ,Aku pun tidak tega membangunkannya.Jadi aku berjuang sendiri,membuat materi materi untuk besok.Aku pun kembali ke Ranjang ku Dan Segera memikirkan ide lagi.Setelah beberapa Menit,Aku mendengar suara tertawa yang tidak lain suara Dari Risky.
‘’Hei,Kekek jangan ketawa mulu Aku sibuk nih..’’Ujarku Dengan Tertawa.
‘’Iya,Nenek sudah malam Gak tidur Kah?..’’Jawab Risky Sambil tertawa dan berbalik menghadapku.
‘’Aku lagi buat materi untuk besok nih.Bantuin donk...’’Mintaku Sambil Memelas.
Risky pun berdiri,Aku pun Sangat senang melihatnya,Eh.Tiba tiba dia menantangku untuk menangkap dia.Aku pun berdiri dari tempat duduk ku.Dan berlari mengejarnya.Kami pun berlari lari dari gelapnya malam Yang hanya disinari oleh Sang Rembulan Dan Bintang Bintang Malam.Aku tidak bisa mengkap Risky.Aku pun menyerah.Risky pun menghampiriku,
‘’Eh..Tom,Kamu itu harus membuat materi untuk besok kenapa lari lari..’’Ujar Risky Dengan tertawa.
‘’Kan tadi Kamu yang ngajak lari lari an..’’Jawabku Kesal.
‘’Iya..iya,Gitu aja Marah..Sini Aku Bantuin..’’Ujar Risky Sambil tersenyum.
‘’Gitu donk,Dari tadi..Aduh aku capek banget’’Jawabku Sambil mengusap keringat yang ada di Wajahku.
‘’Aku bantuin kamu Dikit Aja ya?..’’  Ujar Risky Sambil Duduk di Jalan.
‘’Iya,Daripada Nggak sama sekali..’’Jawabku Sambil duduk mengikuti Risky yang sedang Duduk.
Risky pun memberi Materi materi padaku.Tapi itu dari hal yang sudah aku ketahui.Dan dia juga bilang Bahwa Dia besok juga akan pulang.Kami pun senang dan Sedih Besok adalah hari terakhir Bagi kami berdua Di Pesantren..Aku menyadari Risky adalah sahabat terbaik yang aku punya.
‘’Ayo kita kembali..’’Ajak Risky kepadaku Sambil Berdiri.
‘’Ayo..’’Jawabku Sambil berdiri mengikuti Risky.
Kami pun berjalan menuju Kamar kita,Dan langsung beristirahat,Tapi aku sulit untuk Tidur,Bukan memikirkan Untuk berkhotbah besok Tapi Aku mikirin Risky Dan Aku menangis Meratapi Semua ini.Aku harus ninggalin Pesantren Dan Kami akan berpisah,Aku bertanya tanya pada diriku sendiri Kenapa ini Terjadi?.. kenapa Kita Berpisah?,Tapi,Terima kasih telah Hadir didalam hidupku.Entah bisa aku memiliki sahabat yang sama sepetimu,Yang selalu ada,Yang selalu menasehati,Yang Selalu mengajak kejalan Kebaikan,Yang selalu mendukung,Yang selalu.....Aku berharap ini bukan Hari terakhir Kami Bertemu ’’Risky’’ ......Aku pun tertidur,Sambil menangis.
Suara suara yang sangat keras terdengar dari kamar Kita.Ketukan Ketukan DiPintu.Membangunkanku Dan ternyata sudah Masuk waktu sahur.Aku pun membangunkan Risky,Yang Sedang Tertidur.Aneh sekali biasanya Dia yang membangunkanku.Tapi Sekarang malah sebaliknya.Aku menguncang guncangkan badannya.Dan Berteriak ‘’Risky Bangun udah Sahur..’’Tapi Dia tidak bangun bangun.Aku pun Khawatir.Dan mengoyang goyangkan Tubuhnya Lagi.’’Risky Bangun.Kamu lupa ya waktunya kita sahur loh..Ayo bangun..’’Tapi dia tetap tidak bangun.Aku tidak melihat dia bergerak sama sekali..Aku semakin khawatir..’’Risky ayo jangan buat aku khawatir..Ayo bangun..’’Tapi tetap saja dia tidak bangun..Aku memutar badanya Kupegang tanganya Sangat Dingin.Wajah Dia Tersenyum.
’’Ah ayolah Ris..Kita Sahur Cepat...’’Tapi dia tidak bangun ..Aku bertanya pada Diriku sendiri,Kenapa Dia Tidak Bangun Bangun?...Aku berlari menuju Ke Kamar pak Kyai..Dan aku melihat Pak Kyai Sedang berdiri didepan Masjid..Aku pun menjelaskan bahwa Risky tidak bangun bangun.Aku bersama Pak Kyai langsung berlari menuju ke Keberadaan Risky.Setelah Sampai Pak Kyai melihat Wajah Risky Tersenyum Dan dia memegang Tangan Risky sangat Dingin.Pak kyai mencoba membangunkannya Tapi tidak bisa..Pak Kyai pun memeriksa Nadi Risky...Ternyata Nadi Risky Tidak ada..’’Innalillahi Wainnalilllahi waroji’un..’’Ucap Pak Kyai..
‘’Kenapa Pak Kyai Risky Sakit kah?..Tanyaku,dengan sangat khawatir.
‘’Tom,Risky Sudah Meninggal..’’Jawab Pak Kyai sambil memegang Pundakku.
Aku tidak percaya Dengan perkataan Pak Kyai
‘’Ach..Pak Kyai jangan Gitu donk..Risky bercanda kok ya Risky?..Ayo kita Sahur Ris!..Cepat nanti keburu imsyak...Hari ini Kan Hari aku Ber-Khotbah ingat gak?...Nanti kamu akan nonton kan..’’Jawabku sambil memegang tubuh Risky...
‘’Sudahlah Tom..Risky Sudah meninggal’’jawab Pak Kyai dengan memeluk Tubuhku..
‘’Tapi Pak Kyai Risky itu hanya bercanda.buktinya dia Itu tersenyum..iya kan Ris..Ayo Ris  kita sahur..’’Jawabku Sambil menangis.
‘’Risky sudah meniggal dia Tersenyum mungkin dia mendapatkan Khusnul khotimah..’’jawab Pak Kyai Sambil menangis.
Aku pun menangis memeluk tubuh Risky.
Pak Kyai pun memanggil para Ustad untuk ke Kamar Risky,Dengan menggunakan Telefon..Dan menyuruhku untuk makan sahur ..Aku pun berjalan menuju Masjid Dan teringat tempat lari larian terakhir kami berdua..Aku pun terus menangis..Aku tidak bisa Menahan air mataku..Sahabat Terbaikku Tiba tiba pergi dariku..Orang yang selalu ada untukku,Yang selalu membantuku,Yang selalu....Sekarang telah Tiada.
Ya Allah terima kasih sudah menghadirkan Risky Dihidupku,Umur adalah rahasiamu,Tidak ada yang tahu umur itu akan berakhir..
Sunggu tidak kusangka Dia mengatakan kemarin malam akan Pergi,Bahwa Dia akan pergi untuk selamanya.
Orangtua Risky dihubungi dan mereka datang untuk menghadiri acara pemakaman Risky,Semua sudah dilakukan dari memandikan,Menyolatkan mayat Risky.Kini tinggal satu hal lagi yakni menguburkan..Orangtua Risky pun meminta Risky dikubur di Pemakaman umum dekat pesantren..Acara pemakaman Risky pun dilakukan..Tak kuasa ku menahan air mata ini..Ketika melihat tubuh sahabatku dikubur/ditimbun dengan tanah..Kaki ku,Tanganku Tidak bisa bergerak,Memori bersama Risky terulang di kepalaku.Tidak hanya aku yang menangis.Seluruh santri pun ikut menangis..Hari itu mengajariku Bahwa umur Hanya ALLAH yang tau.
Aku pun Berkhotbah Dihari itu bertema Kematian..Intinya Khotbah itu berisi Bahwa Kita tidak luput Dari kematian..Semua Santri dan semua Ustad termasuk Pak Kyai bertepuk Tangan ketika aku sudah menyampaikan Khotbahku..Aku melihat sosok yang tidak lain adalah ibu dan bapak ku ada di pintu masjid bertepuk tangan..Aku tidak menyadari bahwa ada ibu dan bapakku disana..Aku pun langsung menghampirinya dan langsung memeluknya..Hari itu terasa sangat singkat..Sungguh sangat singkat,Sampai-sampai kami pun segera berbuka di jalan..Karena kita sudah meninggalkan Pesantren bersama kenangan yang tersimpan didalamnya.Kami berbuka puasa di sebuah restaurant di pinggir jalan,,Kami pun bergegas menuju rumah dengan mengendarai mobil..Dengan kecepatan yang lumayan agar bisa Terawih Di Gresik..Moment Sahur DiPesantren itu tidak akan Aku lupakan Selamanya.Hidup adalah pilihamu Kau bisa memilih semaumu,Kadang ada waktu untuk kita dipilihkan oleh OrangTua yang lebih tau,Kita hanya harus menurutinya,Pilihlah yang baik maka kamu akan mendapatkan hasil yang terbaik,Hanya Tuhan yang Tahu apa yang terjadi Di Hari esok,kita hanya Terus selalu berdo’a agar diberi keselamatan oleh-NYA.




                                                 TAMAT

Komentar

share!