Kopi dan Kita

Karya: Salma H

Datang ke warung jam 7 pas, duduk di pojok ruangan, membuka laptop, lalu mengetik. Selalu begitu. Pria itu mungkin tidak menyadarinya, tapi aku selalu memperhatikannya. Aku pun tahu apa yang akan dipesannya.

“Mba, kopi pahit ya! Satu.”, katanya sambil melambaikan tangannya.

Aku pun mengangguk. Tuh kan!

Segera kusuguhkan secangkir kopi pahit untuknya. Entah kenapa dia suka sekali kopi pahit. Hanya kopi yang diseduh dengan air panas. Itu saja. Tanpa gula, ataupun susu. 

“Mba,”, panggilnya saat aku akan beranjak. Aduh, apakah aku ketahuan sudah menatapnya saat dia menyeruput kopi tadi?

“Iya, mas. Kenapa?”

“Ajarin saya ngeracik kopi ya."

Komentar

share!