Ketua Komunitas Kafe Kopi, Hari Ini Resmi Mengundurkan Diri



Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk berkarya di ruang yang sama. Satu tahun adalah waktu yang panjang untuk berbagi cerita bersama ratusan ribu orang. Satu tahun adalah 365 hari.

Seperti biasa, izinkan saya untuk mengucap salam terlebih dahulu,

Assalamualaikum Wr Wb


Kafe Kopi adalah sebuah komunitas media sastra, resmi berdiri pada tahun 2014, bulan mei, tanggal 20, hari apa ya saya sudah lupa. Yang pasti ini adalah proyek terbesar yang pernah saya lakukan, terlebih, saya waktu itu adalah mahasiswa arsitektur dengan sederet kesibukan di kampus yang tidak toleran untuk membangun sebuah komunitas media sastra yang dikenal di kalangan netizen.

Tapi ....

Saya bilang pada diri saya bahwa ini akan menjadi sebuah mahakarya yang dikenal oleh banyak orang. Ini akan jadi satu mahakarya yang mengizinkan saya dan teman-teman Kafe Kopi untuk melaju lebih cepat daripada masing-masing kami terus menjadi wattpader atau blogger.
Satu tahun berlalu. Saya hanya mahasiswa arsitektur yang tak sempat melakukan apa-apa selain mengerjakan tugas. Tiba-tiba saya mendapat kesempatan untuk memimpin beberapa event nasional dan berkesempatan memproduseri beberapa buah buku cetak.

Dalam satu tahun ini, Alhamdulillah kami berhasil meraih lebih dari 100.000 viewer, lebih dari 1000 penggemar di seluruh Indonesia.

Beberapa bulan terakhir memang Kafe Kopi sempat mandek. Alasannya ada kesalahan pada manajerial tim kafe kopi. Admin sosial media, admin blog, bendahara, dsb adalah penulis. Sehingga profesionalitas mereka dipertanyakan. Tidak hanya itu, kalau kalian perhatikan, saat kami membuat event, para chef berhenti berkarya. Mengapa? Karena mereka jadi panitia. Dan ketika para chef berkarya, blog jarang update, sosial media jarang update. Mengapa? Karena mereka sedang sibuk jadi penulis. Tidak ada admin yang bekerja.

Kesalahan ini menjadi evaluasi bagi kami. Bila dibiarkan, hal ini tidak akan berujung baik. ditambah lagi mengingat kami punya banyak hutang pada orang-orang untuk membuatkan ebook, untuk membuat event baru, dsb.

Jadi, saya putuskan untuk membangun dua divisi besar dalam kafe kopi, yaitu KOMUNITAS dan UNIT PRODUKSI.

Komunitas adalah sekumpulan penulis yang berkumpul untuk belajar bersama, dan produktif bersama mengerjakan suatu mahakarya yang nantinya akan diproduksi dalam bentuk postingan blog atau buku cetak.

Unit produksi adalah tim yang bertugas untuk mengubah karya-karya mentah dari komunitas menjadi karya matang yang siap dinikmati dalam berbagai bentuk.

Sehingga, komunitas terdiri dari banyak penulis. Sedangkan unit produksi terdiri dari tim desainer, editor, ilustrator, admin sosial media, admin blog, dsb. Tidak harus penulis.

Saya, memutuskan untuk aktif di unit produksi, bukan komunitas. Sehingga bersamaan dengan posting ini, saya mengumumkan bahwa saya resmi mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua komunitas Kafe Kopi. Ya, tepat pada tanggal 20 Mei 2015, tepat satu tahun saya menjadi ketua komunitas Kafe Kopi.

Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada ratusan ribu viewer yang telah mendukung saya selama ini, juga kepada ribuan penggemar kafe kopi yang mengapresiasi karya-karya kami dengan baik. Juga kepada para chef yang selama ini sudah mau mendukung impian saya, menjadi penulis yang diapresiasi ratusan orang.

Selebihnya, saya minta doa kepada para pelanggan kafe kopi agar kafe kopi bisa terus berkembang dengan ketua komunitasnya yang baru, Eni Ristiani. Saya percaya Eni adalah orang yang kompeten untuk mengembangkan Kafe Kopi ke arah yang lebih baik lagi. Saya percaya akan ada banyak langkah-langkah besar yang akan diambil Kafe Kopi sehingga akan ada banyak pembelajaran di sepanjang perjalanan.

Terimakasih untuk satu tahun yang berharga.

Salam,

Sayoga R. Prasetyo

Komentar

share!