Bisik

Karya: Sayogand

hai (ssst)
sedang apa? (boleh aku daratkan luka di lekuk matamu?)
sedang jatuh cinta? (pada satu dari dua yang menyatu?)
oh maaf mengganggu (ya, tanpa bisik)

bila cinta adalah seutas darah di udara
aku akan jadi yang pertama
yang sabutkan parang seraya berang
yang sabitkan sadar tanpa kelakar

tak sadar?
kau cintai dia
dia cintai orang lain
dan aku mencintaimu
tanpa ada yang mencintai lagi

mengapa seutas cinta putus di punggungku?

aku turut bahagia (dasar bodoh)
teruslah kau cintai dia dan cintanya yang ada (dirimu ada di sini, di masa depanku)

tapi ingat,
aku mencintaimu saban senja menjelma (ya, tanpa bisik)

Komentar

share!