Harus Berakhir

Karya: AsKa



Nama lengkapnya adalah Adi Syahputra. Ia lebih sering di panggil Adi oleh teman sekelasnya. Adi adalah siswa terpandai di salah satu SMAN terkenal di kota Bandung. Wajah Adi lumayan tampan dan karena itu banyak wanita tergila – gila kepadanya. Namun, Adi tidak terlalu memperdulikan ketenarannya. Ia lebih memprioritaskan pendidikan dan lebih sering mengasingkan diri dengan bukunya. Kehidupan Adi sedikit berubah ketika mulai mengenal sosok seorang perempuan tomboy bernama Sarah. Cewek yang mampu meluluhkan hati Adi dari ratusan cewek di SMAN terpavorit itu.

Adi jadian dengan Sarah pada Januari di musim hujan. Di bawah pohon ketika hujan. Adi menyatakan perasaannya kepada Sarah. Dengan seikat bunga dan baju yang basah Adi bertekuk lutut sambil memegang tangan Sarah. Ia memperlakukan Sarah yang tomboy layaknya seorang wanita anggun yang sangat berharga dan Sarah langsung menerimanya tepat pada  tanggal 11 Januari 2014. Adi sangat menyayangi Sarah, begitu pun sebaliknya. Tiada hari tanpa bertemu. Ke kantin, perpus, musola, berangkat, pulang, kemana pun mereka selalu bersama.

Namun, karena hal itu prestasi Adi menjadi sedikit menurun. Kini peringkatnya menjadi siswa terpandai ke dua di sekolah itu. Hal itu yang membuat Adi sedikit menjauhi Sarah. Yang dulunya selalu bersama, kini mereka seakan terpisahkan suatu penghalang yang membuat mereka berpisah. Hal tersebut yang membuat Sarah kian bertanya – tanya. “Ada apa dengan Adi ?, mengapa ia berubah secepat ini ?, Padahal Hubungan kami baru 5 bulan. Apakah ia bosan kepadaku ?”, tanya Sarah dalam hatinya.

Adi menjauhi Sarah bukan karena Ia sudah tak menyukai Sarah. Melainkan, karena Ia ingin memperbaiki nilai – nilainya yang menurun. Sekarang mereka sudah kelas 3 SMA dan mendekati Ujian Nasional. Karena itulah, Adi lebih memprioritaskan pendidikannya tanpa mempedulikan perasaan pacarnya. Karena tidak ada kejelasan dari Adi. Akhirnya, Sarah Mencari tahu sendiri, apa ? dan mengapa ? sikap Adi menjadi seperti itu.


Karena penasaran, Sarah mencari informasi kepada teman – teman sekelasnya. Sarah begitu kecewa karena tak menemukan apa yang di carinya. Ternyata, walaupun Adi popular tidak satu pun dari temannya mengenal sikap Adi sepenuhnya. Karena Adi orang yang misterius dan pendiam. Ia lebih suka memendam apa yang di rasakannya dari pada mencurahkan isi hatinya.

Hingga suatu hari, Sarah melihat Adi sedang jalan dengan seorang perempuan. Mereka terlihat begitu dekat. Serentak Sarah pun marah dan langsung menghampiri Adi. Tanpa bicara Sarah berdiri didepan Adi dan gadis yang sedang bersamanya. Karena terbakar cemburu, Sarah menampar Adi dengan sekeras – kerasnya. Hingga mukanya memerah dan menjatuhkan buku yang sedang di pegang oleh Adi. Tanpa berkata, Sarah langsung berlari meninggalkan Adi dengan raut muka penuh dengan kekecewaan. Itulah pertama kalinya Adi di tampar oleh perempuan.

Adi pun hanya terdiam tak berkata sepatah kata pun dan hanya bisa memandangi kepergian Sarah. Adi mengerti jelas apa yang dirasakan oleh Sarah. Semua itu jelas karena kesalahannya dan ia pun menyadari itu. Jelas saja Sarah kecewa, seminggu tak ada kabar, mencoba mencari info tapi tak ada hasil, sekalinya melihat, ada perempuan lain di sampingnya semua itu jelas membuat seseorang berpikir yang tidak – tidak. Namun, Adi tak mampu mencegah kepergian Sarah dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Sarah. Yang bisa Adi lakukan hanyalah mengatakan maaf, dari dalam hatinya yang tulus untuk Sarah.

Keesokan harinya, Sarah berangkat ke sekolah dengan Temannya. Dia adalah Itha Pramustika. Itha merupakan teman karib Sarah sejak SMP. Sarah menceritakan semua masalahnya kepada Itha dan meminta saran tentang masalahnya. Itha pun menyarankan untuk tidak terburu – buru dalam mengambil keputusan. Sarah harus berkepala dingin dalam menyikapi permasalahan hidupnya dan mencari bukti yang sekuat – kuatnya. Sebelum menduga – duga yang tak pasti kebenarannya. Berkat nasihat itulah yang membuat Sarah ingin menanyakan apa yang sebenarnya Adi lakukan selam 2 minggu ini.

Walaupun Sarah dalam keadaan marah kepada Adi. Namun, tak sedikitpun mengganggunya dalam proses belajar. Karena keteguhan dan kekuatan tegad Adi untuk menjadi yang terbaik tak bisa di angap remeh, walaupun ada masalah , itu malah membuat Adi semakin serius dalam belajar dan ingin membuktikan kepada Sarah dan keluarganya bahwa ia mampu menjadi yang terbaik. Siang - malam Ia belajar. Hingga terkadang telat makan, lupa makan, dan bahkan ketiduran. Tak peduli selelah apapun Ia berpikir. Bahkan kemana – mana ia selalu membawa buku pelajaran.

Di minggu ketiga, Sarah memberanikan diri untuk menanyakannya langsung kepada  Adi. Siang itu, Sarah mendatangi kelasnya Adi pada jam akhir dan kebetulan guru yang bersangkutan tidak hadir. Sarah melihat Adi yang sedang membaca bukunya dan langsung menarik Adi keluar ketempat dimana dulu Adi menembak Sarah. Tiba – tiba awan yang mendung sedari pagi mulai menjatuhkan airnya. Adi pun langsung menarik Sarah menjauhi pohon itu. Namun, Sarah menarik tangannya kembali ke bawah pohon dan menghentikan langkah kakinya.

Hujan pun jatuh begitu deras. Sarah memeluk Adi dengan sangat erat. Baju mereka mulai basah terguyur air hujan yang menerobos celah – celah daun. Adi pun hanya terdiam dan bersikap dingin. Cukup lama mereka seperti itu, hingga Sarah memulai pembicaraan. Sarah menitikan air mata, namun terhapuskan oleh air hujan yang seakan menutupi kesedihan Sarah.

“Kenapa….? kenapa..? kenapa kau seperti ini…?. Apa..?, apa yang salah denganku….. ?. Jawablah pertanyaanku ini….?  kenapa kau menjauhiku…?  kenapa kau menghindariku…? apakah salahku kepadamu…? hingga membuatmu seperti ini... Sudah lupa kah kau janjimu dulu kepadaku di tempat ini…. Apakah kau sudah tak mencintaiku…? ”, dengan nada terbata – bata dan penuh kepedihan, seakan 3 minggu adalah waktu yang sangat lama untuk mereka berpisah.

Namun, Adi hanya terdiam. Ia berbalik lalu memegang wajah Sarah sambil menghapus air mata yang tampak hilang oleh air hujan. Adi bisa melihat jelas tetesan air kepedihan dipelupuk mata Sarah dan dengan penuh ketenangan Adi berkata.

“Hapuslah air matamu, jangan pernah kau tangisi seorang lelaki. Lebih baik kau gunakan air matamu untuk mengingat dosamu, menangisi orang tua dan Tuhanmu, aku tak berhak sedikit pun untuk mendapatkan air matamu. Perlu kau ketahui, hatiku masih untukmu kan tetap untukmu. Sekarang bahkan untuk selamanya. Kelak kau akan tau, apa yang aku lakukan selama ini, untuk apa dan untuk siapa ?. Mungkin hujan ini bisa menjadi saksi. Dengarlah. jika kau sayang aku, kau hanya perlu percaya kepadaku dan aku mencintaimu dengan caraku”, tegas Adi sambil menggenggam erat bahu Sarah, lalu memelukya di tengah hujan.

Setelah kejadian itu, hubungan Sarah pun mulai berangsur baik. Adi mulai bisa meluangkan waktu untuk Sarah. Malah Adi selalu mengajak Sarah untuk belajar bersama dan mampu membuat sarah menjadi peringkat 2 di kelasnya. Adi belajar begitu keras tanpa mempedulikan kondisi fisiknya yang ternyata kian memburuk, hingga akhirnya, Adi jatuh sakit dan dirawat selama seminggu di rumah sakit. Di hari kedua, Sarah menjenguk Adi dan sangat mencemaskannya. Kedatangan Sarah membuat semangat Adi semakin membara untuk terus belajar. Adi pun menenangkan Sarah untuk segera pulang dan tak perlu menghawatirkan dirinya, yang harus dilalukan oleh Sarah hanyalah satu, tetap belajar untuk meraih mimpi. 

Setelah semua orang pergi. Diam – diam Adi meminta di bawakan buku dan tugas – tugasnya selama ia dirawat. Adi meminta bantuan kepada teman karibnya Arif. Pada malam hari, Adi belajar sendiri tanpa mempedulikan rasa pusing yang sering kali kian melandanya ketika belajar. Setelah seminggu, Adi keluar dari rumah sakit dan langsung masuk ke sekolah walaupun dengan wajah yang pucat. Ia sering sakit - sakitan dan sering kali pingsan. Namun Adi selalu menolak di ajak kerumah sakit. Karena ia merasa kesulitan dalam hal belajar. Ia lebih memilih dirawat dirumah. Hal ini membuat Sarah menjadi super – super khawatir.

Walaupun sakit – sakitan, Adi tetap belajar untuk menghadapi UN. Di hari rabu sepulang sekolah, Adi dan sarah sedang duduk berdua di bawah pohon yang ada di taman samping sekolahnya. Tempat yang sangat bersejarah bagi mereka berdua. Sambil membaca buku mereka duduk termenung. Sarah terus menemani Adi karena melihat kondisinya yang kurang baik. Hingga hujan turun membasahi mereka. Kali ini Sarah yang menarik tangan Adi untuk menjauhi pohon agar tidak terkena tetesan air hujan. Namun, langkah Sarah terhenti karena Adi tak mau bergerak dan meminta Sarah untuk menikmati hujan seperti biasanya. Akhirnya, Sarah mengikuti kemauan Adi. karena ia terus memohon. Sarah memeluk Adi erat sekali, berharap sedikit menghilangkan rasa dingin yang melanda Adi. Tanpa sengaja Adi batuk mengeluarkan darah. Adi menutupinya. Melihat Adi batuk – batuk, Sarah langsung menarik Adi ke baliho yang ada di sekolahnya.

Nampak Sarah terlihat sangat kedinginan, Adi yang dalam kondisi lemah pun memaksakan agar Sarah mau memakai jaketnya dan memakaikan jaket itu kepada Sarah. Setelah hari itu, tak ada kabar dari Adi bahkan teman sekelasnya pun tak ada yang memberi tahukan kebaradaanya. Hingga tiba hari dimana UN dilaksanakan.

Sarah pun berhasil lulus dalam UN berkat bimbingan dari sang pacar tercinta Adi Saputra. Namun sejak hari itu, Sarah tak pernah melihat Adi. Sarah mencari informasi kepada teman – teman Adi, termasuk kepada Arif teman dekatnya Adi. Arif hanya menjawab “kamu pasti akan tau apa yang terjadi kepada Adi setelah Pelepasan kita”, tegas Arif.

Akhirnya tiba hari kelulusan, Sarah berhasil mendapatkan pringkat 2 pararel. Namun, Sarah belum bertemu lagi dengan Adi, dihari pelepasan Sarah masih tak kunjung bertemu dengan Adi, hingga kepala sekolah mengucapkan pidatonya di puncak pelepasan.

“Anak – anakku mungkin ananda semua tau siswa - siswa yang telah berhasil mendapat pringkat teratas. Namun, masih ada yang belum bapak sampaikan. Ini adalah tentang siapa yang mendapatkan pringkat pertama di sekolah kita ini. Ini adalah video buatan siswa yang berhasil mendapatkan peringkat itu dan sekarang ia telah tenang disisi tuhan”, semua orang tercengang mendengar pemberitahuan kepala sekolah dan begitu kagetnya Sarah ketika melihat siapa yang berada didalam video itu.

“Assallamualaikum... Alhamdulilah ya, kata pak guru sih semuanya lulus. Semoga kalian mendapat pekerjaan yang baik, dan jodoh yang terbaik. Hmz.. kata pak guru, aku mendapatkan peringkat pertama dan ini pialanya. Makasih ya, karna bantuan kalian. Aku mendapatkan piala ini. Terima kasih juga kepada sahabat karibku arif yang selalu membawa tugas – tugasku kesini. Sorry, kita kemarin gak bisa bertempur bersama. Dokter kata aku mengidap kangker otak stadium akhir. Menurut hasil diagnosis, kini aku hanya bisa bertahan beberapa hari lagi, dan untuk Sarah, selamat ya. Maaf, inilah alasanku selama ini. Aku selalu belajar dan terlalu fokus belajar. Hingga lupa dengan kesehatanku yang membuat penyakit ini tumbuh subur di kepalaku. Mungkin ini kali terakhir kita bertemu, aku hanya ingin menyanyikan sebuah lagu “Berat bebanku.. Meninggalkanmu... Separuh nafas jiwaku.. Sirna... Bukan salahmu.. Apa dayaku… Mungkin benar cinta sejati.. Tak berpihak Pada kita… Kasihku Sampai disini.. kisah kita.. Jangan tangisi keadaannya.. Bukan karena kita berbeda… Dengarkan - Dengarkan lagu.. lagu ini Melodi rintihan hati ini.. Kisah kita berakhir di Januari… (11 Januari 2016. Adi Saputra), semua menangis merasa kehilangan pria terbaik di sekolah itu, termasuk Sarah yang sangat merasa bersalah karena perbuatannya dulu yang menampar Adi tanpa sebab dan bukti yang jelas.     

Komentar

share!