Dia dan Gadis Itu


Yuk kirimkan karyamu!

Karya: Bacels-00

Gelap membalut malam bersama sunyi yang erat melekat. Sunyi yang membuat debar jantungku seolah menggema di ruangan ini. Kurang dari semenit yang lalu aku terjaga dari istirahat terburukku. Menyibak selimut tebal, lalu diam terduduk.

Aku tak yakin ini sudah pagi. Kuraba meja kecil di samping tempat tidurku. Kuraih jam yang detaknya jauh lebih lambat dari nadi di tanganku. Jarum kecilnya bergerak perlahan. Sangat pelan. Masih pukul tiga pagi. Aku tahu, tadi hanya mimpi buruk. Tapi, apa itu? Kuingat kembali semuanya. Bulir-bulir peluh merambat di dahi hingga pelipis. Anak rambutku sudah basah sedari tadi.

“Tidak! Jangan! Bodoh jangan disini! Ini berbahaya!”. Dia di sana, dengan pemantik di tangannya. Aku tak tahu ia sedang apa. Tapi, apa itu? Dia bicara dengan siapa? Aku disini. Hey! Siapa?

Gadis itu. Gadis yang seolah pernah kulihat. Gadis itu hanya diam di tempatnya. Terlihat mengabaikan ucapan pemuda di dekatnya. Ia hanya diam mematung. 

“Hey! Menjauh! Ke dalamlah! Kalau aku bilang ke dalam ya ke dalam! Kau ini bodoh atau apa? Ini berbahaya! Dengarkanlah aku! Ada apa denganmu? Kenapa akhir-akhir ini kau bodoh! Menjauh! Ini berbahaya untukmu!”. Suara itu terdengar lagi. Masih dari orang yang sama. Wajahnya pucat. Pemantik di tangannya menyala tanpa ia perintah. Ia panik. 

Orang-orang di sekeliling sama sekali tak peduli.Sibuk dengan urusannya. Lalu aku? Aku tak tahu siapa aku? Aku melihat semua ini. Itu artinya aku bukan salah satu dari mereka. Bukan gadis yang ingin ia lindungi. Apa ini? Aku ini apa?

Fajar merangkak dari pembaringannya. Cahayanya masih pudar. Sangat pudar. Hanya terlihat biru terang yang bergradasi dengan kuning muda. Sangat mempesona. Aku mendekatkan diri ke arah jendela. Kubuka perlahan tak ingin seorang pun tahu. Aroma rumput yang basah dibasuh embun pagi tercium sangat pekat. Merecup rongga hidung.

Aku melipat tangan. Menyandarkan kepalaku di atasnya. Hujan yang basah berteduh dimataku. Menggenangi pelupuk dan jatuh begitu saja. Kali ini, semua sudah jelas. Tak akan kupungkiri lagi. Tuhan sudah menjelaskan dengan sangat jelas. Aku tahu. Dia bukan milikku dan memang bukan untukku. 

Gadis itu. Siapa pun dia. Kau pasti lebih mencintainya.

Komentar

share!