CINTA TERLARANG

Karya: Abhy Azra



Fiuuuh...

“ikh! Gak usah nyebelin kenapa sich?” aku sebal setengah mati, bukan kaget karena tiba-tiba Ares meniup telingaku dari belakang, tapi karena bosan dengan berbagai macam teror yang dilakukan Ares padaku.

“Hahaha... sewot banget sich? emang gitu ya kalo jomblo, bawaannya pengen ngambeeek terus hihihi..”

Nach tuch!, dia selalu mengait-ngaitkan segala sesuatu yang salah dariku dengan statusku yang  J.O.M.B.L.O, memangnya kenapa? Apa wajahku terlihat sangat menderita? Tidak kan? Heuh!!.

“Ares, berhenti donk usilin venus. Entar tugas kita gak kelar-kelar kalo kamu ganggu dia terus” Bela Rose kepadaku. Aku menjulurkan lidah padanya. Ares terpingkal melihatku.


Aku heran dengan pasangan di depanku ini. Rose sahabat tercantik yang penuh kedewasaan dan keanggunan ini berpasangan dengan Ares, cowok jelek yang super duper nyebelin gak ketulungan. Eh? Ehm.. Ok sedikit ralat, jadi mau dalam keadaan marah pun aku harus tetep akui kalo Ares itu Cakep, yaa... demi ke objektifan dalam menilai ‘Cakep Banget’ lah. Ck!

Aku sedang mengerjakan tugas kuliah. tugas kelompok yang isinya kami berlima, sekomplot sahabat tak terpisahkan (jarkonnya sich gitu); Aku, Rose, Tania, Ferdo dan Ares.

Selepas tugas kita berencana mau berenang bareng. Di villa Tania yang letaknya dilereng gunung. Sekalian refreshing liburan kuliah jadi kita sepakat untuk menginap 2 malam disana.

Aku masih sibuk menyelesaikan upload tugas lewat e-mail ke dosen saat mobil sudah berhenti di depan villa Tania. Semua sudah turun dengan barang masing-masing. Tinggal Ares yang ku lihat di jok belakang masih sibuk mengecek barang-barang yang tertinggal dimobil, maklum resiko supir.

“Res.. tas aku donk” aku menjulurkan tangan dari jok depan. Bukannya balik mengulurkan Ares malah sengaja menjauhkan tas dari gapaian tanganku. Aku menatapnya heran. Ares malah menyeringai menyebalkan.

“kamu tuch sehari aja gak usil sama aku kenapa sich?” dia tidak menjawab dan malah mengacuhkan.
Akhirnya aku mencoba mengulurkan tanganku lebih jauh. Dan lagi-lagi Ares menjauhkannya. Begitu terus sampai beberapa kali hingga akhirnya aku benar-benar kesal.

“Kamu malesin banget tau!”

“masak sich? enggak koq” bantahnya tanpa dosa
o
“Arees!, Venuus! Buruan donk..” teriak Rose dari pintu rumah.

Tanpa babibu lagi Ares langsung menutup pintu mobil belakang, dan menculik tasku. Ihhh... ok, berarti aku gak perlu repot-repot membawanya. Rasain lu, berat kan?. Padahal Ares sendiri sudah sesak dengan tas ranselnya sendiri, tripod, kamera dilehernya, gitar dan benda-benda gak penting lain yang entah siapa yang bawa.

“venus curang, aku aja bawa tas sendiri. kasian Ares kan bawa barang banyak banget” protes Rose padaku, sambil segera membantu Ares menurunkan tas

Aku nyengir, gak butuh penjelasan banget kalo ada Ares, pasti dia bakal lapor yang macem-macem sama Rose, yang dipaksa lah, diancem lah, diperdayalah.. pokoknya gak banget deh. Hmm!

Tania yang sudah tidak sabar segera mengajak kita ke lokasi setelah merapikan barang masing- masing.

O.M.G kolamnya gedhee banget untuk ukuran kolam pribadi, dan yang paling membuat kita tercengang adalah designnya yang supernatural banget, seperti lagi mandi di sungai dibawah air terjun.

Aaaaaargh, kami melakukan aksi Jumping serentak dari pinggiran kolam. Rasanya seneng banget bisa nglepas penat bareng-bareng. Rose dan Tania yang takut kedalaman memilih tempat agak kepinggir. Aku sibuk melakukan beberapa atraksi di daerah yang sedikit dalam. Ferdo mengambil beberapa sesi pemotretan dengan model Tania dan Rose. Dan Ares, dia naik dan mengeringkan tubuhnya setelah puas mengerjaiku dengan menarik-narik kakiku dan mencoba menganiayaku saat berenang.

Costum topless dengan celana kolor selutut yang ia pakai, rambut basah, kaca mata hitam, earphone terpasang dengan hp ditangannya, sedang rebahan di kursi santai membuat Ares jadi terlihat seperti artis korea. Hach? Hust..! ngomong apa sich aku ini.

Dan akh!, sepertinya aku benar-benar terlalu memperhatikan dia saat ini hingga aku menjadi tidak fokus beratraksi dan itu membuatku terpeleset saat akan naik ke batu yang ternyata licin untuk melakukan jumping kesekian kalinya.

Aaaaaaaargh.. Byuuur!!!.. toloooong..

Aku benar-benar kehilangan keseimbangan dan hampir tenggelam, beberapa kali aku menelan air lewat mulut dan hidung. Samar-samar aku lihat secepat kilat Ares meloncat dan berenang mendekatiku, dia menggendongku menepi. Untung tidak sampai membuatku pingsan, tapi cukup membuatku pusing dan terbatuk-batuk gak karuan.

“kamu gimana sich koq gak hati-hati?” bentak Ares dengan nada yang sedikit terdengar perhatian. Ih, koq aku jadi ke-PD.an sih?. Ares segera menyelimutiku dengan handuk yang baru ia pakai untuk mengeringkan tubuhnya.

Rose yang ikut panik disampingku sekilas seperti tertegun dengan tingkah Ares, bagaimana tidak? Ares tampak lebih sangat panik sekali dibanding yang lain.. ia juga mengurut kepala dan leherku agar air yang aku telan bisa dimuntahkan, dengan sigap ia juga mengambilkan jus orangeku yang sudah tersedia dimeja.

“kamu gak apa-apa kan?” tanyanya lagi

Aku menggeleng pelan, tenggorokanku terasa sangat sakit dan pusing luar biasa. Tapi aku jadi ingin tertawa.

“loh, koq ketawa?” protes Tania, yang lain juga saling pandang dan terheran-heran. Aku merasa geli sendiri. Kenapa insiden ini terjadi karena aku memperhatikan Ares. Wach, pacar temen tuch. Gak masuk akal.

“iya, iya sori udah bikin kalian panik, hehe.. aku gak papa koq, yaudah lanjut gih renangnya, aku istirahat dulu ..” hiburku untuk menghilangkan kepanikan mereka.

“makanya lain kali jangan ceroboh” Ares mengacak rambutku lembut. Apa? Koq aku jadi baper gini sich. Kenapa adegan itu jadi terasa romantis coba?.

“Bener lu gak papa?” tanya Tania meyakinkan.

“Iya, serius!” jawabku gak kalah yakin.

“Yaudah kita lanjut renang lagi ya..., ayuk fer”

Tania dan Ferdo kembali menceburkan diri ke kolam, Ares tampak tidak ingin melanjutkan renangnya, ku lihat dia malah memasuki rumah, dan... di ikuti Rose yang terburu-buru mengejarnya di belakang. Gawat!

Aku jadi tidak enak hati dengan perlakuan Ares hari ini. Tampaknya ada perasaan cemburu dari kilat mata Rose. Jelas itu, akupun juga pasti akan merasa janggal dengan sikap Ares akhir-akhir ini, terutama semenjak aku putus dengan mantanku 3 bulan lalu.

Dan benar, malam harinya ketika aku tidak bisa tidur. Aku memilih untuk menghabiskan malam diteras sambil belajar memainkan gitar. Tiba-tiba Ares datang dengan 2 gelas teh hangat. Kenapa 2 ? Pasti ia sudah tau kalau ada seseorang disini.

Ares membantuku belajar, beberapa kali dia membetulkan petikan-petikan nada yang menurutnya salah. Aku tidak tau apa yang aku rasakan saat itu. Aduuuuh, aku ini kenapa sich? Kenapa aku jadi grogi berdekatan dengan pacar temen sendiri.

“kamu tuch belajar gitar dimana sich koq megangnya ngawur terus dari tadi”

“dari beethoven ..” jawabku asal

“gila lu! diakan Pianis” Ares terkekeh dan mengacak rambutku gemas.

Malam ini Ares tidak menyebalkan. Tapi godaan apalagi coba yang dilakukan cowok ini? tiba-tiba dia duduk dibelakangku dan membetulkan cara posisi jari yang benar dalam sebuah not. Bisa dibayangkan kan posisi seperti itu tampak seperti Ares sedang memelukku dari belakang. No no no, ada apa ini??

Kau kan selalu tersimpan di hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku kan selalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku..

Ares menyanyikan lagu cinta terlarang. Apa-apaan sich?

Wangi tubuh Ares, deru nafasnya yang tepat di samping telingaku dan lirik lagu itu sangat komplit sekali dan sukses mengundang sebuah getaran dan perasaan bersalah. Adegan ini bisa bikin aku jatuh cinta, akh!. Aku sedikit menoleh kepadanya, memastikan apa yang sedang kami lakukan benar, Ares hanya tersenyum dan terus melanjutkan lagu indah itu tanpa menggubris keherananku.

Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya....

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan kami berdua.

“Ares??? Venus??”

Oh! Tidak, kenapa Rose datang pada timing yang tidak tepat. kenapa tidak beberapa menit sebelumnya. Astagaa!.

Rose masih terlihat sangat sock melihatku dan Ares sebelum akhirnya dia membanting pintu yang membangunkan seluruh isi rumah. Ares mengejarnya dan aku mengikutinya dari belakang.

“Ros, biar aku jelaskan dulu” Ares menarik tangannya hingga dia benar benar-benar mau berhenti.

“Apa? Kamu mau ngasih pembenaran atas apa yang kalian berdua lakukan dibelakangku?!, apa yang aku lihat tadi pagi juga tidak cukup membuktikan PERSELINGKUHAN kalian??”

Degh!! Muka ini terasa seperti di tampar sepatu higheels 15 cm; perih, panas dan sakit!.

Ok, jadi ini chaos terbesar yang pernah terjadi dalam hidupku. Penghianatan seorang sahabat. Dan aku pelakunya.

Aku mencoba memeluk Rose dan meminta maaf kepadanya. Tulus, aku benar-benar merasa bersalah. Dan Ares terdiam. Ini sangat sulit dijelaskan. Mau dibilang tidak sengaja juga gak masuk akal. Jelas-jelas aku tampak sangat menikmati kemesraan itu.

Brugh!!

Rose mendorongku hingga jatuh terjungkal menubruk bufet ruangan. Sakit. Perih. Aku merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari pelipisku. Mataku berkunang-kunang dan aku seperti tidak ingat apa-apa lagi setelah itu.

# # #

Fiuuuh...

“Ikh! Sayaaaang apaan sich” aku kaget tiba-tiba Ares muncul dibelakangku dan meniup telingaku

“hahaha.. kamu ngapain sich? bengong –bengong gak jelas sambil ngelus-ngelus gitar gitu?, nglamun apa, hm?” tanyanya sambil menyentil hidungku.

“eh?” aku memandang gitar yang bertuliskan tanggal “22 januari 2013” dengan font yang cukup memenuhi permukaannya itu dan tersadar. Hahaha.. ya ampuuun aku habis rekreasi di masa lalu ya?.

Ares, cowok menyebalkan yang sempat menyebabkan renggangnya hubunganku dengan Rose itu kini telah menjadi suamiku. Kami jadian di tanggal yang sama dengan tanggal yang ada di gitar ini, tepat 3 tahun yang lalu. Setelah Rose mau memaafkan kami dan justru mendukung hubungan kami (pada akhirnya) tentunya.

“happy anniversary sayaaang, cepet punya dedek ya.. biar kamu gak manja teruuus”

Ucapnya sambil mencubit pipiku “ikh”..


Ares mencium keningku dan membiarkanku tenggelam dalam pelukannya.

The sweet month, sweet story in january.. . . J

Komentar

share!