Alien or Kadal

Karya: Riri

Diikutsertakan dalam lomba menulis songfiction: Kisah di Bulan Januari


Ini Januari, sudah saatnya untuk Move On dari semua rasa pahit di waktu yang telah lalu. Segala itu memang tidak semudah yang diucapkan secara lisan, butuh sebuah usaha besar. Move On lebih melelahkan daripada berjalan kaki sejauh Pantai Sidem ke Pantai Popoh di bawah terik matahari. Syafira, begitulah kebanyakkan orang menyapanya. Gadis tujuhbelas tahun yang sangat rapuh layaknya kelopak sakura yang telah berguguran. Semua orang mengira bahwa Dia adalah gadis yang memiliki sebuah keberuntungan, tetapi faktanya keberuntungan tidak berlaku pada kisah cintanya.

Kalau Alien suka sama Dia, Alien boleh kok Pacaran sama Dia. Aku kan bukan siapa – siapanya Alien.

Kejadian itu sudah lama tetapi entah mengapa rasa sakit masih tetap tersimpan rapi di dalam hati Syafira. Apa yang telah dilaluinya bersama seseorang yang disebutnya Alien benar – benar tidak berarti apapun.


Januari yang tidak terduga. Syafira terduduk manis disebuah tempat, dimana disana terdapat papan nama yang menunjukkan Wifi Area. Layar monitor Laptopnya sedari tadi terus menyala, sedangkan Syafira hanya menatapnya tanpa melakukan apapun. Pikirannya melayang jauh menuju kenangannya bersama Alien. Indah.

“Hayoo bengong aja”. Tiba – tiba seseorang mengejutkan Syafira

“Dasar Alien usil, masih aja jahil sama temenya”. Protes Syafira.

Bagi siapa saja yang melihat bagaimana Syafira dan Alien ketika bersama pastilah akan menyimpulkan, bahwa keduanya benar- benar teman yang sangat baik. Padahal jika mereka tahu, semua sikap Syafira itu hanya sebuah drama. Memasang topeng bahagia walaupun sebenarnya terluka.

“Makanya, cepet jadi orang dewasa, cinta – cintaan, pacaran jangan jomblo terus”. Ujar Alien

“Bodo amat”.

“Dasar kodok, dibilangin ngeyel mulu, aku bingung dech sama kamu. Kok bisa sich di usia  segini kamu belum ada chemistry sama seorang cowok pun ?” tanya Alien yang keheranan

Sebenarnya aku menyukai seseorang, tetapi Dia tidak pernah sadar dan memilih orang lain.


I still love you in my heart Ai ni obieteta



Please tell me back in the days Wasurenaide…



Hitomi tojireba Ano hi no egao ga



Matataku kaze ni ima, furuete


( CLIFF EDGE – sayonara I love You )

Drrt drrt.. ditengah perbincangan itu, tiba – tiba ponsel Syafira bergetar. Di raihnya ponsel touchscreen  yang sedari tadi terabaikan oleh Syafira. Ada yang berbeda dengan raut wajah yang di tampilakan oleh Syafira, Ia nampak mengenryitkan dahi ketika melihat ada sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak ia kenal.

“Dari siapa ?” tanya Alien

“Entahlah, nomornya asing. Apa kau mengenal nomor ini ?”. jawab Syafira sembari menujukkan nomor asing itu pada Aliennya.

“Dia memanggilmu Syafira, dan Dia mengatakan bahwa Dia merindukanmu.”

"Ya, tapi siapa ?”

“Aku pulang dulu”

“Lho kenapa ? inikan hari Jum’at. Inikan hari kita buat download Anime. “ terang Syafira mencegah kepergian Alien

Syafira tidak menegerti mengapa tiba – tiba sikap Aliennya itu berubah. Syafira merasa bahwa Dia tidak menyinggung teman yang di sukainya itu. Kenapa ?.

To : +6285xxxxxxxxx
Ente siapa ?

From : +6285xxxxxxxxx
Rei, masa lupa ? itu yang dulu kenalan sama kamu di acara Festival Budaya yang ada di balai budaya kota.

To : +6285xxxxxxxxx
Oh iya, ane inget, tapi ada apa yak ? eh sebentar, dapat nomor ponsel ane dari mana ? seinget ane.. ehm ane gak pernah thu tukeran nomor ponsel sama ente.

Rei, itulah nama seseorang yang baru saja mengirimkan pesan kepada Syafira. Lelaki sebaya yang dikenal Syafira setahun lalu dari acara Festival Budaya yang diikiuti oleh seluruh Sekolah Menengah di kotanya. Ada yang aneh ketika secara mendadak Rei muncul di tengah – tengah kepedihan yang menyelimuti hidup Syafira. Taqdir yang tidak terduga mulai memunculkan gambaran semu.

Sudah tiga hari sejak pesan pertama dari Rei. Kini Syafira dan Rei menjadi sering berkirimkan pesan. Rei memberikan banyak perhatian pada syafira, tetapi sebaliknya Syafira tidak pernah memberikan balasan yang baik pada setiap perhatian yang ditujukan Rei

Seindah apapun itu tetaplah tidak dapat menyentuh hatiku. Aku bahkan tidak mengerti, mengapa ? aku lebih menyukai apa yang ku dapat darinya.


Diantara beribu bintang, hanya kaulah yang paling terang. Diantara beribu cinta pilihankuhanya kau sayang. ( Hello – Diantara Bintang)


“ Ehmm... siapa tuh si kadal ? gebetan baru. Oh mungkin ini ya yang bikin si Alien panas sampai bikin peluapan emosi di sosmed ?”

“ Dasar lu ya mbel, sukanya ngintipin Privasi orang”. Protes Syafira yang tidak terima terhadap kelakuan salah satu sahabatnya. Melisa yang biasa ia panggil dengan Gembel.

“ Tapi tadi gue lihat, sikap lu di pesan dingin amat. Padahal Dia perhatian lho”.

“ Entahlah mbel, gue juga kagak ngerti. Gue lebih suka nanggepin pesan dari Alien yang singkat itu”. Terang Syafira sembari mengingat kapan terakhir kali Ia dan Alien saling berkirim pesan.

“ Gagal move on lu, tapi ya Fir, gue saranin lu jangan sampai nolak Dia. Gue tahu hati lu masih buat Alien. Tapi Dia juga enggak peka kan. Mending si kadal, kelihatannya Dia juga baik, mungkin sekarang lu masih dingin. Tapi coba dech lu terima kehadirannya”. Ujar Melisa menasehati

Hari ini matahari bersinar dengan sangat terik, Syafira duduk menyendiri di kursi taman yang berada di taman sekolahnya dengan sebuah earphone terpasang pada kedua telinganya. Dari kejauhan seseorang tengah memperhatikannya.

Sore ga ai na no ka?


Warai atteta no ni…



Please tell me why? 


Ini lagu sepanjang Januari. Menggambarkan rasa sakit dan sebuah keterpaksaan untuk meninggalkan seseorang yang di sayang. Seperti itulah yang dapat disimpulkan oleh Syafira. Terkadang Syafira sedikit berpikir diantara kesendiriannya. Alien bersikap aneh sejak Syafira menerima pesan pertama dari Rei. Benarkah yang dikatakan Melisa bahwa, Alien itu cemburu ? kenapa ? Dia sudah memiliki kekasih, mungkinkah Alien kesayangannya memiliki perasaan lain pula kepadanya ? jika Ia mengapa Ia memilih orang lain untuk dijadikan kekasih. Ingin rasanya Syafira berteriak meminta kepastian di depan Alien kesayangannya, namun Syafira tahu hal itu sangat tabu untuknya.

“ Ehm.. sendirian aja ? oh ya. Kodok masih kontak ya orang asing itu, kalau gak salah temen kamu waktu di festival tahun lalu kan ?”

“ Eh tahu dari mana ?”

“ Dari mana aku tahu tidak penting “. Jawab Alien dengan ketus

Alien masih peduli padanya. Dari tingkah lakunya menunjukkan bahwa Ia tidak ingin kehilangan Syafira. Disisi lain Syafira bergelut dengan perasaanya. Memepertahankan perasaanya pada Alien yang belum tentu dapat Ia milikki atau mencoba menerima kehadiran orang baru yang Ia sebut sebagai Kadal yang sama sekali tidak ia cintai. Jika pun ia menolak Rei si Kadal kecil itu tidaklah mungkin. Penolakkan sebuah hal yang menyakitkan dan Syafira tidak ingin menyakiti siapapun.

Apa yang harus ku lakukan ?Alien atau Kadal? Mungkinkah akan ada Cinta dari kebiasaan? Januari yang membingungkan. Move on melelahkan atau pelampiasaan ?Januari antara jingga dan kelabu.Terima kasih telah memberiku banyak kebahagiaan.

Komentar

share!