PERBEDAAN DI JANUARI

Karya: mbe




…Bimbang dalam seutas kata, terdiam begitu hampa, asa mulai memudar ketika apa yang diharapkan kembali menjadi sebuah angan. Apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang telah tersusun rapi dalam kertas buram. Itu semua terjadi pada saat dimana kebingungan, ketidak siapan, dan begitu pula ketidak pastian dalam memilih sebuah jalan baru, ketika tahun lalu mulai menjadi sebuah kenangan.


Hari demi hari terlalui begitu cepat, disini aku adalah peran utama bukan menjadi salah satu korban tidak begitu pula dengan figuran, yang sekarang merasakan sebuah tahun baru dan bulan baru.  Kembali pada persoalan diatas, aku adalah kekurangan dimana kekurangan ini yang membawaku terhanyut dalam keraguan. Aku tidak begitu bodoh, tetapi jika itu terjadi aku memang tak begitu pintar. Tanpa persiapan, tanpa sebuah kekuatan, aku berjalan seolah tak ada beban, seolah kepastian akan datang, tak perlu seseorang, yang dengan itu semua hasil nyata dari sebuah keegoisan menjadi kegagalan! Tapi entah apa yang menjadi suatu kesalahan ketika kegagaglan kemarin menjadi momok yang sangat akut, menghantui setiap dekap langkah untuk esok. Kata-kata itu pun terus terulang dengan begitu nyata, begitu beruntun seolah diinginkan. Bertanya-tanya kepada diri sendiri begitu bodoh ketidak sadaran meliputi semua kejadian.
Tidak disadari, aku berdiri diantara mereka yang telah begitu yakin dengan apa arti sebuah langkah. Mereka mendapatkan satu kepastian yang tentu diharapkan, terlihat begitu jelas momok-momok keceriaan. Merasa iri, merasa malu, tentu berfikir tak sebodoh itukah aku. Seolah keberhasilan tadi menjadi satu penglihatan bahwa kemampuan adalah bagaimana itu dapat tercapai. Mungkin aku tak seberuntung mereka, mungkin pula berkebalikan! Ini adalah sebuah jalan, tak usah disesali, akan tetapi menjadi sebuah pelajaran, bahwa aku adalah perbedaan.
Aku mencoba berjalan dengan dagu terangkat ke atas, dengan penuh percaya diri. Akan tetapi itu terjadi tak begitu lama. Karena aku kembali tersadar begitu bodoh dengan apa yang ada diluar, tak berfikir dengan apa yang telah dilakukannya. Ya! Perempuan hebat itu ibuku. Entah apa yang telah dia minta, yang pasti masa depan hanya untuk dirinya, Ibu!
Aku tak bermakna bila bercermin pada kenyataan, yang begitu mengerti apa arti dari sebuah penentuan. Dalam tanda kutip, menunggu bagaimana suatu proses itu nyata. Sebelum kata itu menampakkan kebahagiaan. Sulit untuk diungkapkan, apakah ini sebuah keinginan atau kebetulan saja. Dulu hingga sekarangpun aku bertekad, bahwa sebuah impian akan terwujud karena sebuah alasan, hanya alasan! Yaitu permpuan hebat tadi yang susah payah, banting tulang hanya untuk kejadian ini, mengapa dia terjebak dalam kondisi dimana aku mengalir dalam sebuah alasan? Karena dia adalah alasan itu sendiri. Berjalan kemudian bertingkah, bertindak dan berfikir untuk esok senyuman. Kebahagiaan dengan tekad keyakinan, modal harapan, akan kuberikan untuknya. Tapi entah sampai kapan kebingungan, keraguan, ketidak mengertian dalam sebuah proses ini melanda. Terkadang semua ini hanyut dalam tawa seolah permainan. Mungkin ini pertama, tak menuntut pada selanjutnya, karena kembali pada satu tujuan adalah kebahagiaan. Pikiran dan cara bertindak ini masih jauh dari kata dewasa, sulit untuk melepaskan apa yang telah menjadi kenangan masa silam.
Terkadang aku iri dengan mereka yang dapat merasakan apa itu masa-masa remaja. Aku berkata bukan untuk dinilai, aku hanya ingin dimengerti karena aku berbeda. Tak usah menoleh jika itu sindiran. Karena apabila itu terjadi, mungkin, akan tetapi pasti terjadi! Entah kapan, ada saatnya aku bersua ketika mereka terdiam. Kalian tak pernah mengerti bila tak merasakan. Terisak begitu menyayat apabila diceritakan, cukup melihat tak usah mencoba.

Untungnya ini adalah bulan januari tidak teruntuk bulan-bulan yang akan datang. Aku masih saja tersenyum walau raut begitu kelam. Karena aku adalah keberuntungan ketika melihat senyuman ibuku, kini dan nanti. Inilah januari ini!  

Komentar

  1. Motivasi untuk sebuah harapan,bertekad untuk sosok sang pengharap, yg tak lelap dalam do'a. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, bahkan tiap hembusan nafas, untuj sepenggal kisah indah anak-anaknya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!