Kenangan Januari

Karya: Vita




Bulan Januari adalah awal bulan di tahun yang baru, bulan dimana curah hujan tinggi yang membuat beberapa kota besar di Indonesia banjir. Januari satu kata yang membangkitkan berbagai memori di pikiranku. Memori saat – saat terindah bersamamu menghabiskan waktu...

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu ~


            “Jadi anak – anak, mata pelajaran Biologi Lingkungan hari ini bapak akhiri, jangan lupa untuk mengumpulkan tugas makalah minggu depan. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.”
            Kata – kata dosenku Pak Fajri membuatku lega, akhirnya setelah sekian lama menahan kantuk mendengar ceramah beliau akhirnya pelajaran berakhir. Aku mulai merapikan barang  bawaanku dan bersiap – siap untuk pulang. Langit di luar terlihat mendung dan hujan pun mulai turun. Teman – temanku mulai mengeluh karena hujan membuat kami tertahan di kampus karena tidak ada yang membawa payung. Aku tersenyum dan menikmati hujan yang turun.  Salah satu temanku yang bernama Fanny melihat keanehan sikapku dan bertanya,”Kamu kenapa vit, kok senyum – senyum sendiri?” Aku menjawab “Gak apa – apa fan, tenang aku gak sakit kok...cuacanya mendukung buat tidur.” Aku hanya membuat alasan yang terdengar masuk akal,kenyataan yang terjadi adalah aku teringat dengan cinta pertamaku di masa SMP (Sekolah Menengah Pertama) saat tinggal di Pekanbaru.
            Pikiranku kembali ke masa lalu saat pertemuan pertamaku dengannya. Jam pulang sekolah dan seluruh siswa berhamburan ingin cepat kembali ke rumah masing – masing. Saat hujan, sekolah memperbolehkan orangtua yang menjemput dengan mobil pribadi untuk masuk ke halaman sekolah. Hujan deras turun sehingga menimbulkan kemacetan. Orangtuaku menelepon dan memintaku untuk menunggu di pos satpam agar tidak terjebak macet. Aku menuruti perintah orangtuaku dan menerobos hujan lebat,tak kusangka ternyata Andrew juga menunggu disana. Kami berdua duduk di kelas yang sama tetapi kami agak jarang berbicara satu sama lain. Sifatnya yang humoris, wajahnya yang bulat, matanya yang tajam dan suaranya yang merdu luar biasa (y) mungkin menjadi salah satu alasan aku jatuh hati kepadanya. Dia selalu bisa mencairkan suasana disaat kelas sedang serius, di mata orang lain dia terlihat nakal tetapi menurutku dia memiliki keunikan tersendiri.
            Kami bertukar pandangan satu sama lain, suasana di dalam pos satpam mulai menjadi awkward. Aku hanya terdiam dan melihat ke bawah padahal jantungku berdebar – debar dan rasanya ingin melompat kegirangan karena bisa melihat wajahnya. Andrew melihat keluar dan akhirnya dia pun memulai pembicaraan.
 “Haduh hujannya deras banget, Vit kamu ada bawa payung?
“Iya ni Andrew, sayangnya aku gak bawa payung jadi terpaksa hujan – hujanan deh”
“Kamu udah kurus gitu, main hujan – hujanan nanti bisa sakit lho”
“Sesekali kan gak apa-apa..hehe btw jangan lupa ya besok ada ulangan matematika.”
“Hah? Serius ada ulangan mat bahannya apa? Gak ada catatan lagi”
“Iya, aku gak bohong materinya tentang geometri.Ibunya gak banyak catatan kok cuma 3 lembar”
“Oalah...boleh minta nomor hp kamu gak? Buat nanya – nanya mat”
“Hmm..boleh no hpku 08573365xxx ”
“Makasih Vit, oh iya aku pulang duluan ya udah dijemput sama mamaku”
“Oke Andrew, hati – hati di jalan”
Andrew pulang duluan dan tak lama kemudian aku juga dijemput. Mamaku keheranan melihat ekspresi mukaku yang tersenyum bahagia. Aku pun menceritakan semuanya ke mamaku. Walaupun yang terlihat hanya obrolan singkat tetapi obrolan itu sangat berarti bagiku. Sejak bertukar nomor handphone itulah hubungan kami mulai menjadi dekat.
Salah satu momen yang tak terlupakan bagiku. Kami menjadi akrab dan berbicara serta berbagi cerita saat istirahat. Saat guru didepan menjelaskan pelajaran yang sulit dicerna saat itu, kami bermain surat – suratan untuk menghilangkan kebosanan. Pada suatu saat di momen yang tak tepat kami tertangkap basah oleh guru sedang bermain surat – suratan di pelajarannya. Beliau pun marah dan membacakan isi surat kami di depan kelas x_x. Hari – hari bersamanya terasa indah namun sayangnya di kelas 8 aku harus pergi meninggalkan Pekanbaru dan pindah sekolah ke Banjarmasin karena pekerjaan papaku.

Segala seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak ’kan berubah~

            Perbedaan kota, pulau bahkan zona waktu (Kalimantan Selatan WITA, Riau WIB) membuat hubungan komunikasi antara kami perlahan-lahan berkurang. Kesibukan masing – masing membuat aku kehilangan kontak dengan Andrew. Di Banjarmasin, tak ada sosok dia,seandainya aku bisa memutar waktu aku ingin kembali ke Pekanbaru dan bertemu lagi dengan Andrew.

Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
~

            Hujan membangkitkan memori lamaku ,sulit rasanya untuk melupakan Andrew.Baik hujan rintik – rintik,gerimis bahkan hujan lebat pikiranku akan selalu kembali ke pos satpam dan momen bersamanya yang tak akan pernah bisa diulang. Wajahnya akan selalu terbayang, senyumannya seolah mengembang diiringi hujan yang terus berjatuhan ke tanah.

Selalu ada cerita
Tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air~

            Cerita kita mungkin bukan kisah cinta paling romantis yang pernah ada. Cerita kita mungkin tidak berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Hubungan kita memang hanya hubungan pertemanan semata . Perasaan suka saat itu yang kupendam, aku tak tahu apakah kamu menyadarinya atau tidak. Apakah aku melakukan suatu kesalahan dengan mengingat kenangan indah di Januari bersamamu?

Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu disini
Untukku ~

            Tanpa kusadari hujan telah berhanti. Lamunanku buyar seketika saat Nola memegang tanganku “Vit, pulang bareng yuk  hujannya udah berhenti.” Aku pun mengangguk dan mulai menuruni tangga menuju lantai bawah. Ya, antara aku dan Andrew kini tak ada kontak sama sekali. Aku tak tahu bagaimana keadaannya sekarang, dia kuliah dimana atau mungkin dia telah menjalani hubungan dengan wanita lain? Apakah Andrew masih mengingatku ? Entahlah..yang ku tahu adalah aku harus berjalan maju dan fokus kepada masa depanku. Andrew merupakan bagian dari kisah lama di masa lalu. Aku berharap aku bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengannya lagi. Mungkin suatu saat harapanku bisa terwujud dan kami dipertemukan kembali (?). Yang bisa ku lakukan hanya melanjutkan hidupku karena tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok.


The End

Komentar

  1. Keren banget ceritanya 😍😍😍 aaa bikin flashback 😂😂

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!