GAY ( Gantleman And Yours )

Karya: Cete




            Aroma khas Coffee Cafe yang saat ini ku datangi mulai bergerilya memasuki lubang hidungku, menjalar di setiap jalur menuju paru – paru. Segelas kopi hitam hangat serta diary yang mulai agak kusam menemaniku duduk termenung menunggu penampilan dari pria diujung panggung. Seorang pria yang telah berhasil mengganti nama ku, Amora menjadi Mrs. Denis.
            Sebuah pena yang tergeletak payah mencuri perhatianku membuat gatal tangan ini. Buru-buru ku ambil benda tersebut menggoreskan tinta di lembar kosong diary yang telah menemaniku selama satu tahun ini.


27 Januari 2016 –Our Anniversary-
            Tanggal yang sama di tempat yang sama. Coffee Cafe ini telah menjadi saksi bisu atas kisah cinta kita. –Amora Sandra & Denis Chandra-
            Menulis namanya membuat ku teringat kembali bagaimana alur pertemuan kita hingga saat ini. Sebuah alur yang mungkin dapat mengalahkan alur cerita di novel picisan maupun film romantis lainnya. Tak mau membuang waktu, aku pun membuka lembaran pertama dari kumpulan kertas kusam ini, membacanya satu persatu yang tak ada habisnya membuatku tersenyum malu mengingat kejadian yang telah ku tulis setahun yang lalu.

1 Januari 2015 –Worst New Year Eve Ever!-
            Pergantian tahun yang benar – benar penuh kejutan, Julian  berhasil membuatku gigit jari ditengah keramaian. Lagi – lagi ia membatalkan pertemuan kita seenak jidatnya, membuat apa yang telah ku rencanakan seketika musnah menjadi suatu khayalan. Tak hanya itu, lagu Thinking Out Loud yang dibawakan oleh pria diujung sana membuat otak ku nyaris terbakar ketika ia memberika senyumannya kepada ku. Dan ternyata otak ku benar – benar terbakar karena sesungguhnya senyuman itu bukan untuk ku melainkan untuk pria di belakangku. Mereka GAY!

3 Januari 2015 –Pria Gay Teraneh-
            “seorang perempuan tidak baik sendirian apalagi tersenyum - senyum sendiri”. Entah kenapa kalimat itu terus terngiang di otak ku dan mengganggu tidur ku sejak kemarin malam setelah aku pergi ke tempat favorit ku. Kalimat yang berasal dari mulut si Pria Gay. Pria teraneh yang dengan sombong mengatakan akan menciptakan pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya diantara kita. Its just on your wish!

11 Januari 2015 – You, Denis Chandra-
            Seakan dunia memang sempit, di setiap langkah  aku selalu saja bertemu dengan pria gay itu, yang kini ku ketahui memiliki nama Denis Chandra. Seolah – olah dia telah memasangkan GPS di badan ku. Sudah seminggu ini aku bertemu dengannya dan disetiap pertemuan kita, ia selalu saja meninggalkan jejak penyakit penyimpangannya. Seperti hari ini tanpa di duga- duga Denis mempertanyakan kenapa Tuhan mengizinkan sepasang kekasih untuk dipersatukan namun pada akhirnya dipisahkan melalui perceraian? Kenapa Tuhan tidak membiarkan sepasang kekasih yang jelas – jelas saling mencintai tapi susah untuk dipersatukan?

17 Januari 2015 – I Think I Love You-
            Hari ini teman ku, Melodi memberikan ku buku mengenai penyimpangan yang dialami Denis. Beberapa hari yang lalu aku menceritakan semuanya mulai dari kandasnya hubungan ku dengan Julian hingga pertemanan ku dengan Denis. Setelah aku membacanya dan mencocokan dengan kepribadian Denis aku menyadari bahwa ternyata dia benar – benar seorang Gay. Dan saat itu pula, dada ku sesak seperti ada batu besar yang mengganjal dan tanpa perintah dari ku air mataku terus – terusan mengalir. Ku rasa aku mulai menyukainya.

23 Januari 2015 –Dilema-
            Julian kembali. Tak ada hujan dan tak ada angin pria tersebut melamar ku, membuat ku seolah –olah berada di film The Notebook yang mengharuskan ku untuk memilih antara kenyamanan dan kesempurnaan. Julian yang sempurna atau Denis yang selalu membuatku nyaman?

27 Januari 2015 –I’m GAY-
            Hari ini aku bertekad untuk menyadarkan orang pilihan ku. Semalaman suntuk hati ku bertanya – tanya kenyataan pahit seperti apa yang aku terima. Namun kenyataan pahit tersebut tidak sepahit yang kubayangkan. Kenyataan pahit yang berujung tangisan terharu ketika Denis mengatakan, “I’m GAY. Gantleman and your”

When your legs dont work like they used to before...
Petikan senar gitar yang ditemani dengan suara Denis yang halus membuat ku bernostalgia. Mengingat kembali saat kita pertama kali  bertemu dan saling menatap. Ya seperti saat inilah. Saling berinteraksi dengan tatapan mata seakan – akan sedang memberikan telepati satu sama lain.

Will your mouth stull remember the taste of my love?
            Yes, I will... aku akan selalu mengingat deretan kata – kata pengakuan cintamu yang amat panjang. Bahkan setelah berlalu selama setahun ini aku masih mengingatnya di setiap kata yang kau keluarkan. Gantleman and yours. Mengingat kalimat tersebut membuatku tersenyum geli. Terkesan menyombongkan diri namun bisa membuat ku melambung tinggi dengan adanya huruf yang memiliki makna milik mu.

Darling, I will be loving you ‘till we’re seventy...
Begitu banyak kasus perceraian yang terjadi membuat ku berasumsi bahwa lagu ini hanyalah omong kosong saja. Namun pada hari ini aku akan menghapus dan membuangnya jauh – jauh karena aku bertekad untuk membuktikan bahwa bait didalam lagu tersebut akan terjadi di kehidupan ku dengan dirinya.

People falling love in mysterious ways...
            Sepertinya aku telah jatuh cinta dengan lirik tersebut. Membahas mengenai bagaimana  jatuh cinta terjadi  memang tak ada seorang pun yang ahli dalam bidang tersebut. Dan akan selalu menjadi sebuah teka – teki yang sulit terpecahkan.. Ya, Tuhan memang telah memiliki seribu satu cara indah untuk mempertemukan sepasang jodonya. Aku saja tak menyangka bahwa aku akan jatuh cinta dengan pria yang ku anggap seorang gay. Ku pikir aku akan jatuh cinta dengan adegan – adegan yang telah ku imajinasikan namun perbedaan jauh harus kuterima. Tapi aku suka, karena perbedaan tersebutlah yang membuat tragedi percintaanku tidak menjadi hal yang mainstream.

So honey now, take me into your loving arms...
            Aku akan selalu menggenggam tangan mu dengan penuh kasih sayang dan tak akan pernah melepaskannya. Saling memberikan elektron – elektron yang ada di tangan ku untuk menjalar ke tangan mu menciptakan suatu kehangatan diantara kita. Walaupun suatu hari nanti akan terjadi badai yang sangat besar jangan lah kita saling melepas karena genggaman erat itulah yang kita andalkan sebagai tameng. Seperti itulah ucapan yang dikatakan Denis saat pertama kalinya kita saling bersentuhan. Mengisi sela – sela jari kita yang kosong, merapatkannya hingga tak terlihat lubang sekecil pun.

Kiss me under the light of a thousand stars...
 Berbicara mengenai ciuman itu hanya akan menjadi sebuah rahasia yang akan ku simpan secara rapat – rapat.

Maybe we found love right where we are...
            Tepukan riuh langsung menggema di ruangan ini setelah Denis mengakhiri lagu tersebut. Para pengunjung cafe  yang menikmati penampilannya tersenyum sumringah karena berhasil menghibur mereka. Denis membalas tepukan tangan tersebut dengan senyuman manisnya yang menawan dan berakhir di diri ku. Sebelum membalas senyumannya ku layangkan kepala ke arah belakang memastikan bahwa Denis memberikan senyuman tersebut untuk ku. Setelah mendapati arena belakang yang kosong, hati ku bernafas lega karena senyuman tersebut memang milik ku. Kedua pipiku saling manarik membentuk sebuah garis lurus dengan kedua sisinya membentuk lengkungan. Senyuman setulus mungkin itulah yang kutunjukan pada Denis.
            Ya, di Coffee Cafe inilah kita menemukan cinta kita. Cinta yang ku dapatkan dari seorang pria yang telah membuktikan perkataannya bahwa ternyata dia memang telah menciptakan pertemuan kedua, ketiga, maupun keempat dan bahkan sekarang ini aku tak tahu pertemuan keberapa. Pria yang saat itu kuduga seorang pencuri dan ucapan ku ternyata memang benar bahwa dia adalah seorang pencuri yang handal yang telah berhasil mencuri hati dan cinta ku yang amat berharga.


The End

Komentar

  1. Imut bgttt :3
    Lucu pas Amora ngira Denis gay, dan demi apa aku sempet mikir kalo Amora nama cowo-_-v
    Btw, ada sedikit typo saat Denis bilang, "I'm GAY. Gentleman and your." Kurang huruf 's' disana. Ihihihi
    Goodluck!✩✩

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh Irene bener2 pembaca yang baik. Btw terima kasih yaa :)

      padahal awalnya aku bingung nentuin nama pemeran utama dan terkadang bagian tersulit buat cerita yaitu pas nentuin nama2 tokohnya hehe

      Hapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!