Apakah ini cinta sejati? Tapi, mengapa?

Karya: Rirs



Hidup, inilah hidup. Terkadang ada masa kita berada di atas dan juga dibawah. Ya, terombang-ambing. Istilah yang sangat sering kita dengar di telinga. Aku, kamu, kami, kalian, mereka. Semua berhak merasakan bahagia, namun semua juga berhak merasakan kesedihan. Kebahagiaan dan kesedihan itu pasti meninggalkan bekas. Berbeda dengan hidup yang hampa, tanpa bekas bahkan terlupakan. Kisahku, sebuah kesedihan yang lebih membekas. Mengapa demikian? Terkadang kebahagiaan memang menyenangkan, membuat kita merasa senang bahkan tertawa tak henti. Berbeda dengan kesedihan, membuat kita murung dan murung bahkan kehilangan mood. Itulah mengapa kesedihan akan lebih membekas, dapat merubah mood seketika. Bahkan ketika kita bahagia’pun dan tiba-tiba kedatangan berita buruk pembawa “kesedihan”, saat itu juga kebahagiaan berubah menjadi kesedihan.

Kisah seorang anak remaja, yang sangat umum adalah “cinta”. Cinta mungkin sulit untuk didefinisikan bagi beberapa pihak. Ada yang menyebutnya “anugrah terindah”, ada juga yang menyebutnya “malaikat jatuh dari langit”, dan bahkan ada yang menyebut sebagai “cinta sejati”. Tapi, apakah arti dari semua itu? Sebuah kata? Ataukah sebuah perilaku? Atau bahkan sebuah perasaan? Tak satupun dapat mendefinisikan. Hingga suatu ketika aku bertemu dengan seorang pria. Ia sangat tampan, baik hati, religious, smart, gorgeous, patient, and I think he is so perfect. Sudah lama aku mengetahuinya, dan bahkan memperhatikannya. Kita memang teman satu sekolah. Tapi tidak saling kenal bahkan saling sapa. Hingga suatu ketika kita berkenalan tak sengaja, kita bertemu di suatu tempat yang sangat indah, penuh dengan bunga, buah, dan kupu-kupu. Ya, taman bunga. Tidak selayaknya cerita cinta lainnya yang bertemu karena bertabrakan dan menjatuhkan buku, teman sekelas, memandanginya, atau bahkan terbiasa bersama.


Semua berawal dari pertemuan itu, seorang pria yang sedang memetik bunga dan beberapa buah segar. Tak sengaja memang terlihat oleh mata, dan memang suatu kebetulan aku pun datang ke tempat itu untuk tujuan yang sama. Ketika hendak memetik bunga, tiba-tiba ia bertanya dengan suara jantannya “Untuk apa kau memetik bunga itu?” akupun dengan tegas menjawab “Entah, tapi aku menyukainya. Aku hanya ingin menyimpannya di rumah, hingga aku bisa melihatnya sesekali”. Ia terdiam, dan aku berusaha mencairkan suasana “Kau? Apakah kau menyukainya juga?” tak kusangka Ia menjawab “Tidak. Aku memetiknya untuk orang-orang yang aku sayangi”. Tiba-tiba ia menjulurkan tangannya yang memegang setangkai bunga mawar merah. Aku tercengang. Tapi, aku tetap tidak berpikir sesuai perasaan, aku berpikir menggunakan logika kali ini. Aku mengambil tangkai itu dan berkata “Apa arti merah pada bunga mawar ini?”. Ia menoleh dan tersenyum sangat manis dengan mengucap 1 kata “Cinta”, lalu pergi.

Aku memang belum mengerti semua ini. Bahkan aku tidak mengerti apa maksud dan arti pembicaraan kita di taman itu. Ia berlaku aneh. Tidak seperti di sekolah tempat kita selalu bertemu. Aku berpikir setelah kejadian itu ia akan mulai bersikap manis kepadaku, mengajakku berbicara di sekolah, dan menyapaku di sekolah. Tapi, nyatanya tidak. Ada apa ini? Apakah yang terjadi?. Berjalan 3 hari kemudian aku tidak pernah melihatnya lagi di sekolah. Berpikir positif adalah satu-satunya cara untuk menenangkan hati. Namun, waktu terus berjalan hingga tepat 7 hari aku tidak melihatnya. Aku memberanikan diri datang ke rumahnya. Sesampainya disana sangat ramai, lalu aku bertanya pada salah satu orang disana “Ada apa?”. Orang itupun menjawab dengan berat hati “Januar telah pergi, kamu siapa nak? Apakah kamu mengenal arina?” aku tecengang, sedih bercampur dalam hati bahkan tetesan air itupun tak kunjung ditahan, dan dengan reflex aku menjawab “Saya arina”. Orang itu menjulurkan tangan dengan memegang sebuah buku berhiaskan bunga, ia berkata “Sebelum pergi Januar meninggalkan ini, dan ia mengatakan berikan pada arina”. Akupun langsung membuka buku itu, semua berisi tentangku. Bahkan di halaman terakhir yang paling menyedihkan, ia menulis pesan singkat

Dear, Arina

Entah, mengapa begitu berat bebanku untuk pergi meninggalkanmu, bahkan melupakanmu menganggap semua tak pernah terjadi di taman bunga indah itu. Mungkin dahulu aku hanya bisa memandangimu dari jauh, karena aku tidak ingin melihatmu menangis. Bahkan untuk pergi meninggalkanmu saja, itu semua membuat separuh nafas jiwaku sirna. Memang ini semua bukan salahmu, tapi apalah dayaku ku tak sanggup, begitu perih terasa menusuk hati ini.  Aku selalu mencintaimu, tak peduli kapanpun itu. Dimanapun. Entah, bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Apakah mungkin benar cinta sejati tak berpihak pada kita? Tapi mengapa? Haruskah kita akhiri? Haruskah ku katakan “kasihku sampai di sini kisah kita”? Bukankah itu begitu menyakitkan? Namun apabila memang harus terjadi, aku tetap harus menguatkan aku dan kamu, kita harus kuat mungkin memang benar beginilah jalannya, jangan tangisi keadaannya. Semua ini terjadi bukan karena kita berbeda. Kau tau aku, aku tau kau. Cobalah dengarkan, dengarkan lagu-lagu ini, melodi rintihan hati ini. Ya, kisah kita berakhir di januari. Sakit memang mengatakan hal yang tidak seharusnya, bahkan bukan dari dalam hati, hingga hati terasa begitu perih.. merintih.. tapi, apalah daya, aku lemah. Aku tidak seharusnya berada di sampingmu. Bahkan disaat kamu masih kuatpun aku sudah sangat lemah. Akhirnyapun kata-kata yang paling dibencipun terucap “selamat tinggal kisah sejatiku pergilah”. Aku yakin, diluar sana akan ada pria yang memberikan bertangkai-tangkai bunga mawar merah kepadamu kelak. Tidak sepertiku, yang hanya bisa memberikan setangkai bunga mawar merah saja. Percayalah, ini yang tebaik untuk kita.

Komentar

  1. sedih banget kisahnya ngena :'(

    BalasHapus
  2. kalo gue arina gue bakal cari cowok lagi

    BalasHapus
  3. Gila! Parah! ngena banget. Ini nih yang bikin gak pernah bosen baca tulisan karya Rirs.

    BalasHapus
  4. Tenan a ceritone? sakno e wedok e, lanang e lemah rek

    BalasHapus
  5. you must be the winner, it touched my heart. although I read it using google translate and there are some words I couldn't understand but it is a good groove.

    BalasHapus
  6. Realistis banget ro,
    cinta sejati = sampai mati

    BalasHapus
  7. Januar resek, sudah tahu cinta tapi diam diam

    BalasHapus
  8. Apakah ini cinta sejati?

    BalasHapus

Posting Komentar

Silakan berkomentar :)

share!