Songfiction : Kado Terindah (Part 2)




“Happy Birthday, Dannet (Melly)

Semoga panjang umur (Abiy)

Tetap sehat! (Rayhan)

Jadi orang sukses (Walid)


Semoga setiap ulangannya dimudahkan (Ica)

Happy Birthday (Shahnaz)

Semoga dapet nilai yang bagus (Rico)

Tambah Cantik (Rafi)


Semoga langgeng sama Wheza (Syakura)

Semoga keinginannya terwujud (Dimas)


“SELAMAT ULANG TAHUN, DANNETA ...” Seluruh teman-temanku berteriak kompak dari dalam rekaman handphone yang kupegang.



Musik berhenti dengan bass, snare, dan floor-tom dibunyikan bersamaan. Lalu aku mengulang kembali bagian reff.


“Karena kau-lah yang berarti

Kau yang tak pernah terganti

Kau yang selalu kucintai


“Selamat ulangtahun

Selamat panjang umur...


Danneta yang berdiri di tengah kerumunan, didorong maju oleh para penonton. Perempuan cantik itu terus berjalan hingga sampai di depan panggung. Berdiri tepat di bawah kakiku.

Aku mengulurkan tangan ke bawah. Tersenyum sambil mata menatap lamat kedua matanya.

Aku duduk bersimpuh di depannya, tanganku meraih tangannya. Mendongak menatap kedua mata. Kutatap matanya yang tertutup poni rambut. Sepasang mata itu menatap antara terpesona, lamat, kagum, sedih, haru, dan sejuta perasaan yang tidak bisa kuterjemahkan.

Musik masih terus berjalan.


“Mau-kah kau terus bersamaku?

Mau-kah kau menjadi milikku?

Mau-kah kau menjadi pacarku?


“... Sembilan belas July


Musih berhenti. Seluruh penonton yang ada di dalam aula sekolah bersorak. Satu dua bersiul memeriahkan. Berteriak satu kata yang terus diulang-ulang; Terima.

Kutatap kembali wajah penuh cinta yang berdiri di hadapanku. Bertanya satu kali lagi, “Mau-kah kau menjadi pacarku?”

Perempuan itu menatapku bingung. Setengah panik. Tersenyum sebentar, kemudian menghapus senyumnya. Tersenyum lagi. Menutup kedua matanya. Panik? Berpikir? Entahlah.

Aku menunggu.

Dia membuka matanya. Menggigit bibir. Tersenyum. Lalu mengangguk.

***

TAMAT

Komentar

share!