Kue Keju


Karya: Just-Anny

G
uyuran hujan yang terdengar riuh membangunkanku perlahan, membuatku menangkap punggung bidangmu dari belakang. Kamu yang mengalihkan fokusku dari ingar-bingar air di luar sana membuatku tersenyum, menampakkan sedikit semu merah pada wajahku yang panas karena demam. Selimut tebal yang membungkusku di sofa ini aku singkirkan sedikit, demi menegakkan tubuhku agar terlihat menyambutmu dengan baik.

Tenggorokanku lagi-lagi terasa gatal dan kering, kurasa aku butuh sup hangat yang membuat tenggorokan itu terasa lebih baik, atau sekedar air mineral yang tidak dingin. Aku senang kamu membelakangiku menyiapkan kudapan spesial di meja untuk aku yang sedang sakit.
“Arina, aku sengaja beli ini di perjalanan,” ucapmu masih dengan membelakangiku. Aku sudah tersenyum, terharu dengan niatanmu. “Ini kesukaanku, sejak kemarin aku ingin sekali makan ini,” tambahmu yang kemudian berbalik dengan sepotong kue keju. Iya, itu ... sepotong kue keju. Makanan gurih yang bisa membuat tenggorokan terasa penuh.
Aku berusaha tersenyum untuk menutupi perasaanku. Kapan kamu berhenti hanya peduli dengan dirimu sendiri?
End

copyright © 2015 by just-anny

Komentar

share!