Kana


Karya: Just Anny

“Saat pertama kali bertemu dengan Ciel, Kana tahu dirinya telah jatuh cinta. Saat Ciel mengatakan ingin bersama dengan Kana, ternyata Ciel masih bisa mencium gadis-gadis lain dengan mudahnya. Bagaimana keputusan Kana untuk perasaannya pada Ciel?”
.
.
--

Aku masih mengingat kali pertama aku terjatuh. Kursi yang aku duduki kala itu persis seperti yang aku singgahi saat ini. Debarannya pun sama, masih sangat sama hingga detik-detik yang kulaui sekarang. Aku ... masih jatuh pada orang itu juga. Orang yang dulu hanya bisa kulihat di kursi sebrang, namun kini duduk di sampingku penuh dengan perhatian.
“Aku bilang, aku mau kamu. Kamu masih ragu?” tanyanya mengintimidasi.
Aku hanya mendelik, kemudian mengalihkan perhatianku pada es teh yang ada di meja. Kubiarkan dia hanya memperhatikan gerakan tanganku yang sibuk mengaduh-aduk es di gelas itu. Pengabaian ini hukuman untuknya. Hukuman karena telah membuatku kecewa.
“Aku tidak ada hubungan dengan gadis-gadis itu, Kana. Mengertilah, kumohon.” Dia berusaha memegang tanganku namun kutepis cepat.
Aku mengeluarkan setumpuk foto. “Seseorang membuka mataku dengan ini.” Foto-foto yang berisi adegan yang sangat menjijikkan itu kuderetkan di atas meja. “Lihat! Ada tanggal tertera di sana, bukan? Kau mencium gadis yang berbeda-beda hanya dalam hitungan jam! Jangan lupa, tanggal ini adalah tanggal yang sama saat kau melamarku.”

www.sayogand.blogspot.co.id
Beberapa waktu berlalu untukku mengecap rasa kecewaku yang begitu mendalam. Rasa sakit seolah menjalar di seluruh nadiku. Terlalu menyakitkan hingga aku tak tahu harus berbuat apa. Ingin marah, ingin mengamuk. Tapi, aku terlalu lemas untuk melakukan itu.
“Ciel ... aku tidak mau melihatmu lagi,” ucapku pada pria yang sampai saat ini masih tanpa kata-kata itu. Ekspresinya tidak bisa kucerna. Mungkin dia sama sekali tidak menyangka kalau aku ... tak sebodoh yang dia kira. “Aku pergi ya. Aku mau menenangkan diri. Jangan pernah ganggu aku lagi,” ujarku menahan tetesan di pelupuk mata yang hampir terjatuh.
Tuhan, jika kau buat aku jatuh lagi suatu hari nanti, kumohon, buatlah aku jatuh pada orang yang tepat.
End.

copyright © 2015 by just-anny

Komentar

share!