ANOTHER VOICE


Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: AprilCahaya

"P
erkenalkan nama saya Fernita Damaya. Saya murid pindahan dari Bogor.”begitulah perkenalanku di kelas 11-C. Sekolah baru, teman baru dan semua dengan suasana yang baru.
Sejak menginjakkan kakiku di sekolah ini aku mendengar sebuah suara,suara yang tak tahu entah darimana. Suara yang menurutku selalu muncul dari berbagai arah depan, belakang, dan samping. Suara yang membuatku selalu merasa dibuntuti kemanapun arahku melangkah.


Tepat saat aku selesai dengan perkenalan di depan kelas, suara itu muncul lagi “Belakang”. Begitulah suara itu berbisik hampir tak terdengar dengan intonasi yang tidak jelas. Suara itu seperti menyuruhku untuk duduk di belakang. Tetapi, aku tidak duduk di belakang melainkan duduk di bangku bagian tengah dekat dengan jendela.
Aku menggeser kursi yang akan aku duduki, meletakkan tasku dan mengeluarkan buku juga peralatan tulis. Aku tersenyum ke arah teman sebangkuku yang ternyata seorang cowok. Cowok dengan wajah tegas yang terlihat jelas. Dia membalas dengan senyuman tipis hampir tak terlihat jika dia sedang tersenyum.
www.sayogand.blogspot.com

Aku mencoba menoleh ke belakang mengamati bangku kosong yang ada di pojok belakang. “Belakang.” Dan suara itu terdengar lagi oleh indra pendengaranku, sekarang aku menoleh kanan kiri mencari sumber suara itu  muncul. Aku gugup, serasa suara itu menempel di daun telingaku. Aku takut.
“Jangan dengarkan itu.”tiba-tiba cowok disebelahku bersuara. Tapi...... bukan dia kan yang membisikkan suara-suara itu. Tidak mungkin.
“Hah?? Apa kamu tahu sesuatu??,”tanyaku dengan mimik wajah yang aku sendiri tidak bisa mengartikannya antara perasaan takut, khawatir dan penasaran.
“Intinya....kamu hanya mengabaikannya. Anggap kau tidak mendengarnya.”lanjutnya.
“Kenapa suara itu...,”belum juga aku melanjutkan kata-kataku guru di depan kelas sudah memperingatkanku karena suaraku tadi cukup terdengar jelas. Akhirnya aku tidak melanjutkan pertanyaanku  dengan teman sebangkuku ini.
Aku yakin dia mengetahui sesuatu, sesuatu rahasia yang dimiliki sekolah ini. Sesuatu yang mungkin menjadi teror bahkan kutukan atau apapun itu yang berbau mistik.
“Bukan..... Pindah..... Belakang.” Suara itu terdengar lagi dengan tiga kata yang berbeda masing-masing kata terdengar setelah  satu menit. Kepalaku serasa dipenuhi dengan suara-suara itu.
--00--
Aku berjalan keluar dari toilet dan seketika aku mendengar suara itu lagi. “Atap”
Atap?? Apa maksudnya aku harus ke atap sekolah??
Aku berjalan menuju atap sekolah, aku benar-benar penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang aku mengabaikan kata-kata teman sebangkuku tadi. Aku ingin membuktikannya sendiri. Kenapa suara ini selalu mengikutiku, kenapa suara ini memilihku untuk dihantuinya. Kenapa???
Kini kakiku sudah menaiki tangga menuju atap sekolah secara perlahan. Aku masih ragu untuk melakukannya, aku takut. “Atap....atap...atap..”aku mendengarnya lagi, kali ini diucapkan sebanyak tiga kali dengan jeda yang lebih cepat dari sebelumnya.
Tepat saat aku akan memegang gagang pintu, sebuah tangan mencekalku.
“AAAAAAAAA,”seketika aku menjerit dan tiba-tiba mulutku dibekap tangan yang cukup lebar dan kuat.
“Tenang, ini aku.”ucap orang yang membekapku. Aku melirik dari ekor mataku ternyata dia adalah cowok yang menjadi teman sebangkuku. “Ayo pergi dari sini,”lanjutnya dan menarik tanganku menuruni tangga.
“Tapi,...”aku tak lagi melanjutkan kata-kataku karena mendadak lidahku kaku dan hanya mengikutinya menuju kelas kami. Dan selama sisa pelajaran berlangsung aku tak berani berkata apapun bahkan untuk melihat teman sebangkuku ini aku tidak berani. Sekali-kali aku hanya meliriknya yang terlihat sangat serius mengikuti pelajaran.
Bel pulang berbunyi.
Tiba-tiba murid-murid dan para guru di luar berhamburan keluar dan berlari kearah halaman sekolah. Aku merasa tubuhku mendadak kaku dan tak bisa aku gerakkan. Tubuhku gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin.
Tanganku digenggam seseorang, saat aku mendongakkan kepalaku ternyata dia cowok teman sebangkuku yang belum aku ketahui namanya. “Ayo, keluar.”ucapnya kemudian menarik tanganku.
Pemandangan ini mengerikan. Seketika tubuhku meluruh ke bawah seperti tak bertulang. Seorang gadis tergeletak dengan bersimbah darah,darah itu keluar dari kepala, mata, hidung dan mulutnya. Posisinya sangat mengerikan dengan kaki dan tangan seperti terpelintir hingga arahnya tak beraturan.
Gadis itu  murid baru di sekolah ini dan baru masuk hari ini, begitulah yang aku dengarkan dari kasak-kusuk murid-murid. Gadis itu juga yang aku lihat terlihat menaiki tangga sepertiku saat aku diseret paksa oleh cowok teman sebangkuku.
Aku tak bisa menopang tubuhku saat ini, aku menangis di dekapan teman sebangkuku. Aku takut,,, aku benar-benar takut. Apakah nasibku akan sama jika dia tidak menarikku dari sana?? Apa aku akan mati jika sampai di atap sekolah??? Apa aku akan bernasib sama dengan gadis ini jika aku tetap mengikuti perintah suara itu??? Dan seketika pandanganku gelap.

Komentar

share!