SongFiction: Made In The USA


 Karya: Ismaa


No matter how far we go, I want the whole world to know
I want you bad, and I wont have it any other way
No matter what the people say
I know that we'll never break
Cause our love was made, made in the USA
Made in the USA, yeah
Made In The USA
by Demi Lovato

***


Suara notifikasi pesan masuk dari salah satu akun sosial di ponselku, memaksaku membuka mata dari lelapnya tidur nyamanku. Kuraih ponselku yang ada di nakas. Sekilas, dapat kulihat jam digital yang berada di nakas telah menunjukkan pukul enam lewat dua puluh menit. Ah, sepertinya aku kembali terlambat bangun.

Saat suara notifikasi kembali terdengar, aku cepat-cepat melihat ponselku. Nama Andre terpampang jelas di layar ponselku. Kembali, notifikasi muncul di ponselku. Masih dengan pengirim yang sama, Andre. Aku membuka ketiga pesan yang masuk dari Andre.

Andre: Pagi, bocah ;)

Andre: Woi, bocah! Belum bangun lu?

Andre: Boccaaaaaaah!!!!! -___-

Kurang lebih seperti itulah ketiga isi pesan dari Andre. Ck, padahal dia sedang berada nun jauh di sana, tapi kelakuan menyebalkannya masih bisa ia lakukan kepadaku.

Oliv: Watsup, upil?

Belum sampai satu menit, pesan balasan sudah masuk ke dalam ponselku.

Andre: Cepet mandi sana, gue tungguin ya, sayang. :*

Oliv: Iiih, jijay deh. Gak mau lah yaw, gue dicium ama lo. :p

Andre: Haha. Jangan gitu dong, sayang :*

Ck, labil. Iya, dia emang labil. Tadi aja dia bilang aku bocah, dan sekarang dia manggil aku sayang. Dasar!

Dengan malas, aku beranjak dari ranjangku dan menuju kamar mandi.

***

Andre, dia kekasihku. Kami sudah menjalin hubungan kurang lebih tiga tahun. Awal kami bertemu yaitu saat di sebuah pasar malam. Saat itu, aku dan teman-temanku pergi ke sana. Semua temanku membawa kekasihnya masing-masing, dan jadilah aku jones alias jomblo ngenes di sana. Tapi, aku terselamatkan dengan kehadiran Andre yang merupakan teman yang dibawa oleh salah satu pacar temanku. Dan jadilah kami menjadi teman ngobrol saat itu.

Rentan umur kami tak jauh berbeda. Dia dua bulan lebih tua dariku. Dan sikapnya sungguh tak sama dengan umurnya. Dia tak ubahnya anak kecil yang usil dan menyebalkan. Tetapi di saat-saat tertentu, Andre bisa bersikap dewasa. Dia orang yang bijak namun juga usil dan menyebalkan. Selain itu, dia juga orang yang humoris. Jadi, tak ada kesan bosan yang aku tangkap selama tiga tahun menjalin hubungan dengannya.

Berbanding terbalik dengan Andre, aku adalah gadis manja yang tak bisa lepas dari Mama. Ini mungkin karena aku merupakan anak tunggal, jadi semua kasih sayang yang Mama dan Papa berikan semuanya hanya untukku. Namun, setidak bisanya aku lepas dari Mama, aku tetap gadis yang mandiri.

Sekali-kali aku pernah ngambek pada Andre karena sebal dengan sikap Andre yang menurutku menyebalkan. Namun meski demikian, hubungan kami tak pernah sampai pada titik terendah dimana ada niatan untuk putus dari Andre. Ini karena Mama yang selalu mewanti-wantiku agar tak putus dari Andre. Karena menurut Mama, hanya Andre-lah yang dapat mengerti diriku. Beliau bahkan sudah merestui jika seandainya kami ingin menikah. Ugh, padahal aku kan masih kuliah.

Sekarang, kami sama-sama seorang mahasiswa tingkat akhir yang tinggal menunggu kelulusan. Bedanya, Andre sudah menjalani sidang dan dinyatakan lulus sehingga dia tinggal menunggu hari wisuda tiba. Sedangkan aku masih menunggu penyetujuan skripsi dosen pemimbingku yang terkenal killer.

Selain itu, perbedaan antara kami adalah Andre yang sekarang sedang berada di luar negeri sedangkan aku tetap di Indonensia. Yayaya, harusnya kalian sudah bisa menebak bahwa kami adalah salah satu pasangan LDR-Long Distance Relationship-dari sekian banyak pasangan LDR. Jika banyak orang yang berkata bahwa pasangan LDR tidak akan bertahan lama, itu tidak dengan kami. Buktinya adalah kami sudah menjalani LDR selama dua tahun, tetapi tidak ada satupun niatan untuk mengakhiri hubungan ini. Itu semua kembali pada sifat Andre yang humoris dan pandai mengendalikan suasana. Seperti kataku tadi, tak ada kesan bosan sedikit pun jika  bersama Andre.

Awal aku tau bahwa Andre akan pindah ke luar negeri, aku marah padanya. Aku sempat tak membalas pesan ataupun menjawab panggilannya selama beberapa hari. Jadilah Andre tak lagi berusaha menghubungiku. Namun bukannya marah karena Andre tak berusah menghubungiku lagi, aku jadi mengerti bahwa sebenarnya saat itu Andre juga sedih karena berpisah denganku. Itu terbukti dari pesan terakhirnya yang mengatakan bahwa dia juga sedih dengan keadaan ini dan dia memberikanku waktu untuk berpikir. Tiga hari adalah waktu yang diberikan Andre padaku untuk berpikir akan membawa hubungan kami kemana. Dia memberikanku kebebasan untuk memilih. Tapi seperti hal yang selalu Mama wanti-wantikan kepadaku, akhirnya aku mengerti dan tetap memilih mempertahankan hubungan kami yang baru berumur satu tahun.

Pernah saat itu, aku sedang ada kegiatan di luar kampus selama lima hari. Di hari terakhir, aku dan teman-teman seangkatanku yang juga mengikuti kegiatan itu, diperbolehkan untuk bersenang-senang di pantai karena memang daerah itu dekat dengan pantai. Seharian itu, kami bersenang-senang di pantai dan tak beranjak sedikitpun.

Saat itu, pemandangan dan suasana pantai membuaiku dalam kenyamanannya. Namun, itu tak cukup untukku. Aku merindukan keberadaan Andre, dan untuk mengobati rasa rinduku, aku dan Andre saling berkirim pesan. Isi pesannya hanyalah kata-kata rindu dan merajuk dariku serta beberapa pesan mengesalkan dari Andre. Namun, itu cukup untuk mengobati rasa rinduku pada Andre.

Saat sore mejelang, kami semua membuat acara barbeque bersama. Saat sedang asyik-asyiknya membakar ikan bersama teman-temanku di api unggun yang dibuat oleh para teman laki-lakiku, aku dikejutkan oleh kehadiran Andre yang entah sejak kapan sudah berada di sampingku. Sungguh, aku tidak menyangka akan kehadirannya. Padahal jarak antara kota kami dengan daerah tempat kegiatan ini jauh. Butuh waktu sekitar lima jam untuk sampai ke sini. Dan Andre bilang ia datang ke sini bersama teman-temannya. Aku yakin dia berbohong, karena saat itu dia sedang sibuk-sibuknya mengurus kepindahan kuliahnya ke luar negeri.

Seakan bisa membaca pikiran serta keinginanku saat itu, Andre mengajakku untuk berjalan bersama di pinggiran pantai, hanya kami berdua. Dia juga memberikan jaketnya untuk kupakai karena udara pantai yang mulai dingin dan hari yang mulai malam. Kami menyusuri pantai ditemani indahnya cahaya senja. Tangan kami saling bergandengan dan seakan tak mau saling melepaskan.

Di tengah perjalanan, Andre menutup mataku. Entah apa maksudnya, aku hanya bisa mengikuti permintaanya. Aku yakin dia tak akan berbuat macam-macam padaku.

Entah saat sampai di mana, dia membuka penutup mataku. Pemandangan pertama yang tertangkap oleh penglihatanku adalah banyaknya lilin kecil yang menyala dengan malu-malu. Indah, satu kata yang terlintas di benakku saat itu. Aku lekas berbalik dan memeluk Andre. Dan saat itu, penglihatanku menangkap sesuatu yang lain. Di belakang Andre, ada sebuah meja yang dilapisi kain putih lengkap dengan dua buah kursi yang saling berhadapan. Di atas meja, ada dua buah hidangan berserta minumannya. Selain itu, ada juga setangkai bunga mawar serta lilin panjang berwarna merah yang menyala indah. Ini ... candle light dinner?

Andre segera menuntunku untuk duduk di salah satu kuris yang kemudian disusul oleh Andre yang duduk di kursi yang ada di hadapanku.

"Candle light dinner," katanya yang diiringin senyum puas di bibirnya.

"Andre, aku--"

Aku tercekat tak bisa mengatakan apa-apa. Ini terlalu mengejutkan dan ... romantis. Aku tak menyangka tipe orang seperti Andre, mau bersusah payah menyiapkan ini semua. Ini sesuai dengan keinginanku dari dulu. Candle light dinner di tepi pantai bertemankan cahaya senja dan hanya kami berdua.

"Gimana bisa kamu nyiapin ini semua?"

Di terkekeh geli. "Tentu aja aku bisa baca pikiran kamu, dong."

Iya, seperti biasanya, sikap menyebalkannya kembali muncul.

Sejak saat itu, aku berjanji akan selalu mengerti Andre dan tak akan ada kata perpisahan diantara kami.

Setiap malam, meski kami terpisahkan jarak yang jauh, kami akan merasa dekat satu sama lain.

Biarkan dunia tau bahwa aku sangat menginginkannya.

Akan kulewati semua rintangan dan sakitnya cinta hanya demi bersama dirinya.

Cause baby, I love you...

***

Cause baby I'll bite the bullet
And take the blow for love
Woahhhh, our love was made in the usa
Made in the usa, made in the usa

* END *

Komentar

share!