RESET | Part 1

Ilustrasi karya Waskito Widya. Hak cipta sepenuhnya milik ilustrator.


Karya: AprilCahaya

S
etiap orang pasti mempunyai masa lalu yang kelam maupun cerah, aku ingin sekali mereset semua kenangan bahagia maupun sedih itu. 

Terinstall ulang seperti sebuah software komputer, dan seperti membuka lembaran baru saat kau mengarahkan kursormu pada file-new-blank document dalam aplikasi Ms.Word.
Memulai semuanya seperti bayi yang lahir kembali, mungkin bisa dibilang aku ingin bereinkarnasi di masa depan dimana tak seorangpun yang mengenalku dan memulai sesuatunya dari awal.

“Hei, selamat pagi. Kamu pasti murid pindahan dari Jakarta itukan?”seorang wanita berpostur tubuh cukup tinggi untuk seukuran wanita Indonesia menepuk bahuku saat aku berdiri di depan ruang guru.
“Selamat pagi, Bu. Iya benar saya Agni Arsela, murid pindahan dari Jakarta.”aku tersenyum ramah dan mencium tangan wanita itu tadi.
Yah benar wanita ini adalah guru, terlihat dari pakaiannya mustahilkan kalau dia seorang murid juga?? Hahaha ah itu bukan sebuah lelucon.
“Ayo ikutlah denganku, aku yang akan mengurus segala berkas-berkas kepindahanmu. Ahh dan.., perkenalkan saya Bu Susi sekaligus saya juga wali kelasmu. Semoga kamu betah sekolah disini sampai kamu lulus. Dilihat dari rapormu kamu cukup berprestasi, berusahalah buat Ibu bangga mempunyai murid sepertimu.,” Bu Susi menepuk bahuku lagi.
Heumm,, apa ini kebiasaan beliau terhadap murid-muridnya?
Ahh baguslah, setidaknya hal itu memberikan kesan baik bagiku tentang guru ini.
“Apa ada sesuatu yang harus saya tulis Bu,”tanyaku pada beliau yang sibuk mengeluarkan beberapa map dari laci bawah mejanya.
“Iya, tunggu sebentar.” Aku mengangguk dan menunggu beliau memanggilku untuk mengisi sesuatu yang seharusnya aku isi mungkin.
Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling, ruangan guru yang cukup luas yang dipenuhi dengan sekat-sekat yang jadi pembatas antar meja guru yang saling bedempetan.
Sekolah ini cukup luas dengan berbagai fasilitas yang lengkap mungkin tak kalah hebat dengan sekolahku sebelumnya di Jakarta. Ini adalah sekolah yang dipilihkan ayah untukku. Tidak akan ada bantahan selama itu ayah yang mengakatakannya.
Aku hanya akan patuh dan patuh pada Ayah. Aku terpaksa, ah bukan-bukan aku ikhlas kok pindah dari Jakarta ke Semarang mengikuti Ayah yang dipindah tugaskan di Semarang. Its Ok, its doesnt matter.
Sedangkan kakakku dia masih di Jakarta, dia ingin menyelesaikan studinya di Jakarta. Mahasiswa semester 7 yang digilai cewek-cewek dikampusnya, menyebalkan bukan. Itulah yang menyebabkan kadar kepedean kakakku naik 500% dari sebelumnya.

“Agni, kamu isi biodatamu disini. Dan nanti kamu juga harus menandatangani surat ini.”Bu Susi menyerahkan semua kertas-kertas yang ada dihadapannya tadi dan menyodorkan sebuah bolpoin dengan aksen keemasannya padaku.
”Baik, Bu.” Bu Susi mengangguk dan berkutat lagi dengan map yang menumpuk dimejanya.
“Setelah ini Ibu antar kamu ke kelas ya.”
“Iya Bu.” Sebaiknya aku segera menyelesaikan ini. Sebenarnya aku  tidak begitu suka berlama-lama di ruang guru.
Okelah setelah ini, aku akan memulai semua kehidupan baruku. Kehidupan baru yang jauh dari bayang-bayang masa kelamku dan masa bahagiaku. Agni Arsela sudah mati, sekarang adalah Agni Arsela yang baru.
Seorang gadis yang ramah dan ceria mungkin sudah tiada, tergantikan dengan gadis yang cuek dan dingin. Aku tak butuh teman apalagi sahabat. Hidupku adalah hidupku jadi hanya aku yang berhak memutuskannya.
--00—

Bersambung ....

Komentar

share!