HITAM PUTIH


Karya: Nurfaqih Ilham

Jalurnya memang sudah terpampang jelas.
Kian hari aku lelah terus memelas.
Tampak diri ini tak untuk hidupmu.
Tampak tubuh ini tak ada tulang rusukmu.


Ketika bumi berseri cerah dengan mentari.
Warna asa di dunia menari berhari-hari.
Sedangkan kita hanya ada dalam lingkar buih.
Berjalan ke arah salah hitam putih.

Mungkin ini hanya khayal layak harap.
Saat tangan kita saling menyambut tanggap.
Bersama lewati pelangi monoton ria.
Walau suratan nanti hanya nostalgia.

Aku tak pernah berkata kita harus seperti imajinasi.
Namun di dalam itu semua, aku bahagia, tanpa asumsi .

Komentar

share!